SMAK St Thomas bernaung yang akan dibangun berada di bawah Yayasan Widya Pramata yang memiliki Sekolah Tinggi Pastoral St Agustinus di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kelak, SMAK St Thomas diarahkan untuk mendapatkan status sebagai sekolah negeri.

Mulai tahun depan, secara bertahap direncanakan pembangunan ruang kelas, asrama siswa, pusat pembinaan iman, serta fasilitas pengembangan keterampilan siswa.

Pastor Paroki Santo Petrus Kanisius Tayan Hilir, Kab. Sanggau  Heronimus Hurmintojoyo SVD, mengungkapkan betapa sulitnya mendapatkan tenaga pendamping untuk program pengembangan iman umat di stasi-stasi. Karena itu, kehadiran SMAK St Thomas ini memberi harapan besar pada waktu mendatang akan ketercukupan tenaga-tenaga itu.

"Nama katolik yang melekat pada sekolah ini, hanya akan nampak jika para guru, orangtua, dan siswa betul-betul mencintai nama itu. Ciri khas katolik hendaknya dihadirkan secara nyata dalam kehidupan kita," ujar Pastor Heronimus.

Wakil Ketua Yayasan Widya Pratama Pontianak, Yosef, mengungkapkan, terealisasinya SMAK St Thomas sebagai bukti negara telah hadir menjawab kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Berikutnya, tinggal bagaimana masyarakat–khususnya umat Katolik–memanfaatkan peluang ini sehingga cita-cita bersama bisa terwujud.

"Dari tempat ini pula, kelak diharapkan muncul bibit-bibit panggilan sebagai biarawan-biarawati, sehingga semakin banyak tenaga untuk membantu perkembangan hidup menggereja," kata Yosef yang juga Penyelenggara Bimas Katolik di Kantor Kementerian Agama RI Provinsi Kalimantan Barat. (Vitalis_Sanggau)

Berita: