Di awal tahun 2018 memulai kegiatan  dengan berkunjung dan berdakwah serta berbagi (wisata dakwah) pada hari sabtu,  6 Januari 2018 di pondok pesantren tahfidz Nur Iklhas desa Pedalaman kec.  Tayan Hilir dan kampung mu'allaf  di desa balai belungai kec. Toba. 

Pondok pesantren Nur Iklhas dengan pimpinan pondoknya ustadz Muhammad Amin dari Jawa Barat yang bersama-sama masyarakat  setempat mendirikan pondok pesantren sebagai wujud keprihatinan pada anak-anak setempat yang banyak belum bisa  baca tulis Al Qur'an, sehingga ustadz  M. Amin yang semula bekerja sebagai da'i di perusahaan  sawit mengundurkan  diri  dan mendirikan  pondok pesantren pada  bulan Nopember 2013 sampai sekarang. Perkembangan pondok pesantren ini yang memiliki program tahfidz Qur'an,  majelis taklim, kitab kuning, penyantunan  anak yatim dan Taman Pendidikan Al Qur'an. Santri pondok pesantren nur ikhlas terdiri dari 13 laki-laki dan 3 anak perempuan. 

Kampung mu'allaf  itu sebutan orang,  karena di desa Balai Belungai kec. Toba ini penduduk muslimnya 40% dan 28 % dari 40 % itu mu'allaf (data dari ibu camat Toba). Indahnya kebersamaan dan berbagi,  PC. BKMT sui raya yang diikuti oleh jamaah pengajian yang terkordinir oleh permata dengan 8 bus dan 12 mobil pribadi melangkahkan tekat kebersamaan  untuk silaturrahim, berdakwah dengan berkalaborasi 3 ustadz yaitu ustadzah Nurul Qibtiyah dari PD. BKMT kab.  Kubu Raya, ustadz M. Amin dari pondok pesantren Nur Ikhlas dan ustadz  Ibnu Majah dari Medan dengan inti materi "Silaturrahim dan tugas manusia dalam Ta'muruuna bil ma'ruf wa tanhauna anil munkar" 

Dalam sambutannya Camat Toba bapak Jamain mengucapkan  terima kasih atas kunjungan, pencerahannya dan sedekah yang diperuntukkan kepada warga Mu'allaf  di desa Balai Belungai ini semoga Allah menerima  semua amal Bapak dan ibu PC. BKMT Sui Raya dan Permata yang terkumpul dari majelis taklim desa dan mengharapkan kehadiran nya pada agenda kami pesantren kilat di bulan Ramadhan yang akan datang. Salam semangat berdakwah dengan berbagi.  Jazakillah khoiran katsir. (Nurul Qibtiyah)

Berita: