Bertempat di Hotel Gardenia, dilaksanakan kegiatan Workshop Pengelolaan Data EMIS Pontren, Madin dan TPQ, selasa (1/8) yang dimulai jam delapan pagi. Acara pembukaan dipandu MC Yaumi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Dalam laporan panitia kegiatan yang dibawakan oleh Kasi Pendis H. Agus Safwan mengapresiasi kehadiran peserta dan menyatakan bahwa di Kubu Raya ini terbesar madrasah dari kab/kota lain di Provinsi Kalbar.

Kepala Kantor Drs. H. Ja’far A dalam sambutan dan arahannya memulai pada hari yang cerah ini kita berkumpul berbicara masalah data. Emis seperti kita ketahui bukan barang baru dan sudah sekian lama masih kita perbincangkan  sampai saat ini. Kemenag merasa perlu kita semua dikumpulkan disini untuk validasi data yang diberikan. Pendidikan Pondok Pesantren tetap dibutuhkan datanya. Kita memerlukan data yang akurat agar tujuan yang inggin dicapai dapat terlaksana dengan baik dan lancar, ujarnya menginggatkan.

Jangan gelisah jika madin tempat kita mendidik kurang diminati masyarakat. Itu salah kita yang menjadikan lembaga itu tidak mempunyai daya tarik yang bisa dijual. Kabupaten Kubu Raya terbesar madrasahnya tapi kualitasnya dipertanyakan. Seperti kita lihat dilapangan tidak ada satupun Ponpes yang menjadi ikon. Bukan pengabdian saja tapi harus ada hasilnya. Ini masih perlu perhatian dan dorongan, katanya menasehati.

Jika ada lembaga yang mendapatkan bantuan dana pusat tapi kami tidak tahu, ini bisa dianggap liar. Silakan bapak/ibu punya link di pusat  kami bersyukur sudah dibantu tapi tolong lapor ke kami.  Karena jika bantuan turun maka pasti pusat akan meninjau, imbaunya.

Saya minta kejujurannya. Melalui EMIS ini pemerintah mau data yang jujur. "Bapak/ibu orang yang dipercaya dan lebih mulia dari ciptaan lainnya. Jangan jual diri bapak/ibu dengan murah dalam hal data. Bapak/ibu orang terhormat, pertama karena memanusiakan manusia dan menjadikan manusia itu khilafah. Jadi ponpes itu mulia baik guru, ustad, atau apapun namanya karena mengajarkan sesuatu kepada manusia itu mulia," tuturnya memotivasi.

Menjadi apapun harus ada usahanya, apapun profesinya. Yang kita ingginkan ponpes harus memiliki prestasi akhlak mulia dan prestasi ilmu keagamaan. Harapnya menutup sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi dengan mengucapkan basmalah.

(Bond/KKR)        

Berita: