Bulan ramadhan adalah bulan Alqur’an. Bulan yang di dalamnya diturunkan Alqur’an, bulan yang di dalamnya Alqur’an begitu banyak dibaca dan didengungkan dibanding bulan-bulan lainnya. Di bulan ramadhan, orang berlomba-lomba untuk mengkhatamkan alqur’an sesering mungkin.

Alqur’an adalah kitab yang paling agung yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad SAW yang ditampilkan dalam dalam penuturan dan kefasihan bahasa terbaik yaitu bahasa Arab yang jelas, berisi tentang petunjuk serta rahmat bagi seluruh alam dan barang siapa yang membacanya berarti ibadah. Maka seharusnya lah kita membaca dan mengamalkan Al qur’an dalam kehidupan sehari-hari kita.

Allah telah memerintahkan agar kita membaca Alqur’an dan melakukannya sesuai kemampuan sebagai bentuk realisasi ketaqwaan kepada Allah sebagaimana tercantum dalam Alqur’an surah Al Ankabut :45 “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al kitab (Alqur’an)”.

Membaca alqur’an merupakan ibadah. Dengan membaca Alqur’an, dapat meluluhkan hati dan membuat jiwa menjadi tenang serta akan mendapatkan balasan pahala dari Allah sebagaimana sabda Rosulullah SAW “Barang siapa membaca satu huruf dari Alqur’an, maka dia mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan 10 kali lipat. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR Tirmidzi dan dishohihkan Syaikh Albani).

Hendaknya setiap muslim meyakini keagungan dan keutamaan Alqur’an di atas bacaan-bacaan yang lainnya serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan. Dengan demikian, kita berharap agar Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah.

Untuk itulah, tiada ilmu yang lebih utama untuk dipelajari seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Alqur’an sebagaimana sabda Rosulullah SAW “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari alqur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari).

Pada bulan ramadhan, biasanya dimasjid-masjid diadakan tadarusan. Biasanya satu di antara mereka membaca alqur’an dan yang lainnya mendengarkan atau membacanya dengan sendiri-sendiri. Hal ini disyariatkan sebagaimana sabda Rosulullah “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, mereka membaca dan saling mempelajari, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat dan para malaikat pun mengelilingi mereka, Allah akan mengingat mereka dalam kelompok yang ada di sisiNya” (HR. Muslim).

Namun tentunya tadarusan ini jangan sampai mengganggu orang lain atau menimbulkan keributan dalam masyarakat.Membaca Alqur’an berbeda dengan membaca koran. Membaca alqur’an perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu:

  1. Hendaklah membaca alqur’an dalam keadaan suci dan di tempat yang bersih sebagaimana firman Allah dalam surah Al Waqi’ah:77-79 “Sesungguhnya alqur’an ini adalah bacaan yang mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan”.
  2. Hendaklah membaca taawudz dan basmalah sebagaimana firman Allah dalam surah An Nahl:98 “Apabila kamu membaca alqur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk”.
  3. Memperhatikan tajwid dan membacanya dengan tartil sebagaimana firman Allah dalam surah Al Muzzammil:29 “Dan bacalah alqur’an itu dengan perlahan-lahan”.
  4. Hendaknya mendengarkan alqur’an dengan baik dan diam tidak berbicara sebagaimana firman Allah dalam surahAl A’rof: 204 “Dan apabila dibacakan alqur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.
  5. Hendaklah membaca alqur’an sambil merenungkan dan menghayati makna yang terkandung pada ayat yang dibaca sebagaimana firman Allah dalam surah Shod: 29 “Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran”.

Jadi, marilah kita menghabiskan waktu di bulan ramadhan ini dengan banyak membaca dan mentadabburi Alqur’an. Tentunya bukan hanya dengan tujuan mengkhatamkan sebanyak-banyaknya tanpa merenungkan maknanya. Dan bukan pula hanya di bulan ramadhan kita rajin membacanya, lalu kemudian di bulan selainnya, kita membiarkan alqur’an hanya sebagai pajangan di dalam rumah. Marilah kita jadikan alqur’an sebagai pedoman dalam kehidupan kita. Semoga dengan membacanya, akan memberi syafaat di hari kiamat kelak. Amin

Penulis adalah penyuluh agama islam Kementerian Agama kota Singkawang

Penulis Opini: 
Herlin, ummu shofiyah