Ada satu doa yang sering kita dengar dan lantunkan, inti permohonannya adalah agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Husnul Khatimah bermakna akhir yang baik, makna yang lebih luas bisa berarti akhir dari pekerjaan apapun supaya berakhir dengan baik, termasuk akhir kehidupan ini, kehidupan di dunia berakhir dengan baik.

Mengakhiri sesuatu dengan baik adalah dambaan setiap manusia. Ada orang yang mengawali dengan baik namun berakhir dengan yang tidak baik. Ada orang yang mengawali dengan biasa-biasa saja namun berakhir dengan baik, ada orang yang mengawali dengan kurang baik dan berakhir dengan yang tidak baik pula dan ada juga orang yang mengawali sesuatu dengan baik dan juga berakhir dengan baik. Yang terakhir ini menjadi keinginan kita semua. Ingin awalnya adalah baik dan akhirnya juga baik.

Tidak sedikit orang yang kita dengar bahkan mungkin kita saksikan orang yang dimasa hidupnya adalah orang yang senang minum-minuman keras, tidak pernah ke masjid, Allah memberikan hidayah padanya bisa karena satu sebab sehingga 180 derajat berubah menjadi manusia yang baik, berhenti dari minum khamr, taat ibadah dan akhirnya meninggal dalam keadaan yang baik. Demikian juga kita lihat dan baca di berbagai kisah orang yang awalnya adalah orang alim, rajin ibadah hanya karena bisikan syetan dan tidak  bisa mengendalikan nafsu syahwatnya akhirnya ia tergoda sehingga berbagai kejahatan dilakukannya, inilah kategori su’ul khatimah (akhir yang tidak baik).

Kita tidak tahu bagaimana akhir hidup ini, tetapi bahwa Islam mengajarkan keinginan untuk husnul khatimah dapat diraih diantaranya dengan senantiasa dekat pada-Nya. Kebiasaan baik yang selalu diucapkan dan dilakukan sehari-hari akan memberikan dampak pada akhirnya. Orang yang kala akhir hayatnya terbiasa mengucapkan lailahaillallah maka besar kemungkinan saat hidupnya dekat dengan kalimat ini. Bahwa tanda diantara orang itu sedang dicintai Allah adalah jika ia terasa tertarik dan ada perubahan dalam sikap hidupnya untuk dekat pada agama. Jika sebelumnya ia adalah orang yang biasa-biasa saja dalam hal ketaatan pada Allah, biasa-biasa pada agama kemudian berubah menjadi orang yang rajin ke masjid, rajin sholat berjamaah, senang membaca al-Quran, hadir di majlis ilmu maka itu pertanda ia sedang dicintai Allah. Jika Allah berkehendak ia wafat dalam keadaan demikian maka husnul khatimah adalah tanda akhirnya. Menyegerakan untuk taat adalah tanda ia sedang  dicintai Tuhannya.

Kematian adalah misteri sebagaimana misterinya dalam kondisi apa akhir hidup kita. Jika demikian halnya tepat bila orang bijak mengatakan Do Not Judge A Person From His Appearance. Sangat tidak bijak jika kita menghakimi seseorang hanya sebatas karena amalannya berbeda, hanya karena ia tidak sevisi dengan kita. Bukankah akhir adalah pertanda bagaimana ia dalam prosesnya.

Kita hanya diajarkan dengan iringan doa: “Ya Allah, baguskanlah setiap akhir urusan kami dan selamatkanlah dari kebinasaan di dunia dan dari siksa akhirat”. Semoga**

Penulis Opini: 
Sholihin H. Z.