Segala puji bagi Allah yang sudah menetapkan segala sesuatu dengan ketetapannya. Semua yang terjadi adalah takdir Nya yang wajib kita imani. Begitu pula dengan naiknya BBM beberapa waktu yang lalu, ini merupakan takdir Allah yang hendaknya kita sikapi dengan hati lapang dan menjauhi sikap-sikap yang terlarang dan bertentangan dengan ajaran agama islam.

Adapun sebagai seorang muslim, maka ada beberapa hal yang hendaknya kita lakukan dalam menyikapi kenaikan BBM tersebut, antara lain dengan:

Pertama: Bersabar

Bagi insan yang beriman, ketika mendapat nikmat maka hendaklah dia bersyukur dan di kala ditimpa musibah hendaklah dia bersabar. Dan sabar serta syukur tersebut sesungguhnya baik bagi dirinya sebagaimana sabda Rasulullah SAW ”Sungguh mengherankan perkara orang mukmin. Semuanya baik bagi mereka. Jika mendapatkan kebaikan ia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, jika ditimpa musibah ia bersabar dan itupun merupakan kebaikan baginya". (HR. Muslim).

Naiknya harga BBM merupakan hal yang tidak nyaman bagi sebagian besar masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah. Jika sebelum BBM naik saja mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, apalagi setelah BBM naik yang berimbas pada naiknya harga sejumlah barang pokok. Namun, sikap yang terbaik sebagai seorang muslim adalah dengan bersabar menghadapi musibah ini.

Kedua: Tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan islam.

Sesungguhnya buruknnya keadaan yang menimpa adalah ujian dari Allah sesuai dengan firmanNya “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar". (QS. Al Baqarah: 155).

Maka hendaklah kita sikapi kenaikan BBM dengan bersabar, bukan dengan melakukan sikap anarkis, membuat kerusuhan di jalan-jalan, menimbun barang, menghujat pemimpin dan lain-lain. Hal-hal tersebut tidak akan mengubah keadaan jadi lebih baik, bahkan akan menyebabkan hati semakin terasa sempit, masyarakat terprovokasi sehingga suasana jadi lebih panas dan mendorong untuk berbuat anarkis.

Ketiga: tetap taat kepada pemimpin yang sah

Jika kita memahami bahwa kenaikan BBM sebagai bentuk kezholiman pemimpin kepada rakyatnya, maka sebenarnya ini masih lebih ringan jika dibanding dengan penganiayaan dan perampasan harta dengan paksa. Rosulullah bersabda, ”Akan ada sepeninggalku nanti pemimpin yang menunjukkan manusia bukan dengan petunjukku, para manusia yang berhati setan namun badannya manusia”. Huzaifah bertanya”Apa yang harus saya lakukan ketika menjumpainya ?”. Rosulullah menjawab,”Kamu wajib mendengar serta mentaati pemimpin itu walau dia memukul punggungmu dan mengambil hartamu, dengarlah dan taatlah”. (HR. Muslim).

Ke empat: Senantiasa rajin dalam bekerja dan beribadah

Allah telah menetapkan rezeki kita sejak kita masih berada dalam rahim ibu kita dan Allah akan memberikan semuanya sebelum maut menghampiri kita. Jadi sebenarnya kenaikan BBM tidak akan mengurangi rezeki yang telah Allah tetapkan bagi kita. Dalam keadaan seperti ini, seharusnya kita semakin rajin bekerja, berusaha dan bertawakkal kepada Allah karena hanya kepadaNya lah kita menggantungkan segala harapan kita. Sepantasnyalah dalam keadaan begini, kita semakin dekat kepada Allah, senantiasa tolong menolong kepada sesama karena Allah akan senantiasa menolong seorang hamba jika hamba tersebut menolong saudaranya. Selain itu, perbanyaklah istighfar agar pintu-pintu rezeki terbuka untuk kita dan tetaplah giat dalam beribadah agar Allah berikan jalan keluar dari permasalahan ekonomi kita dari jalan yang tidak di sangka-sangka. Dan ingatlah, kita diciptakan bukan untuk mengejar dunia, melainkan untuk beribadah kepadanya.

Kelima: Berdoa agar semua ini cepat berlalu

Sesungguhnya sesulit apapun keadaan, jika Allah memudahkannya maka akan terasa mudah. Maka mohonlah kepada Allah sebagaimana doa yang diajarkan Rosulullah yang artinya”Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang telah Engkau jadikan mudah dan Engkau menjadikan kesulitan itu mudah jika Engkau kehendaki”.

Jadi, mari kita sikapi kenaikan BBM ini dengan bersabar dan lapang dada, tetap saling membantu antara sesama, senantiasa rajin dalam bekerja dan beribadah serta doa semoga kesulitan ini cepat berlalu. Aamiin

*Penulis adalah penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Singkawang

Penulis Opini: 
Herlin