BERMACAM KISAH, BERAGAM MAKNA

Oleh : Riduan*

 

Roda kehidupan seorang manusia memiliki bermacam kisah, fluktuatif, kadang tak dapat diprediksi. Setiap kisah yang dilalui mempunyai beragam makna yang dapat diambil. Untuk menangkap makna dibalik sebuah peristiwa diperlukan renungan dan ketajaman hati, sebuah peristiwa mungkin sangat bermakna buat seseorang, namun seakan tiada arti buat orang lain. Kisah itu ibarat dua mata uang, satu sisi kadang membuat seseorang dicela namun disebalik itu ada pelajaran atau hikmah yang dapat diambil. Seburuk apapun kisah tersebut. Life is never plat, mungkin itu ungkapan yang tepat.

Di Brazil ada seorang gadis berusia 18 tahun yang ingin menjual keperawanannya untuk mengobati ibunya yang terserang stroke, iklan tersebut di uploadnya di youtube. Gadis ini terinspirasi oleh seorang gadis Brazil lainnya yang telah melelang keperawanannya dengan harga Rp.7,5 Miliyar yang katanya untuk membantu keluarga miskin. Fenomena di negara kita (kota-kota besar seperti Jakarta) yang barangkali terdengar atau terbaca, dimana gadis-gadis ABG (SMP atau SMA) menjual keperawanannya untuk bergaya hidup mewah; membeli kosmetik, HP, atau pakaian terbaru. Salah satu kisah yang memilukan tentang sebuah keperawanan adalah kasus RI, seorang anak berusia 11 di Jakarta yang diduga diperkosa meninggal dunia karena mengalami luka dibagian kelaminnya. Lain halnya dengan kisah di Medan, seorang gadis dipulangkan suaminya kepihak orang tua karena dituduh tidak perawan lagi. Alasannya sangat simpel, karena pada saat malam pertama setelah berhubungan intim sang istri tidak mengeluarkan darah.

Itulah kisah, ia dapat menginspirasi seseorang, baik ataupun buruk tergantung orang yang memaknainya dari sudut mana ia mengambil kisah tersebut. Dari itu seorang pemimpin atau figur publik harus memberikan suri teladan yang baik (uswatun hasah) sehingga kisah-kisah yang digambarkannya adalah kisah tentang kepahlawanan, kisah ketulusan pengorbanan, kisah kesabaran menghadapi musibah ataupun kisah tentang sebuah pengabdian, bukan malah kisah tentang korupsi, kisah pelecehan seksual, kisah pengumbaran syahwat, kisah kekerdilan sikap maupun kisah tentang kepengecutan. Pemimpin merupakan orang yang menjadi pusat perhatian atau modeling buat orang lain. Tak dapat dipungkiri seseorang dapat belajar dari lingkungan sosialnya dan pengaruh lingkungan sosial kadang malah lebih besar dalam perilaku seseorang. Tidak ada manusia yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, apalagi manusia adalah makhluk sosial. Dari itu dalam Islam, seseorang dianjurkan untuk memilih dan memilah dengan siapa ia bertetangga.

Kisah, sekali lagi memiliki beragam makna. Dalam al Quran sendiri ada bermacam-macam kisah. Ada kisah Fir’aun yang sombong dengan kekuatan serta kekuasaan yang dimilikinya. Ada kisah Qarun yang lupa diri karena kekayaan, atau kisah tentang seorang perempuan bangsawaan yang merayu seorang lelaki untuk memenuhi hasratnya, dan beragam kisah lainnya. Semua kisah-kisah itu tergambar dalam bahasa yang baik dan sopan, bukan kisah yang membangkitkan syahwat murahan, bukan pula kisah yang riuh rendah oleh tepukan tangan pendengarnya. Kisah-kisah itu mengalir ibarat air yang menghilangkan dahaga orang yang haus. Kisah yang tak pernah lekang ditelan jaman, bukan roman picisan.

Kisah, memiliki kekuatannya tersendiri. Ceritakanlah kisah-kisah penggugah jiwa kepahlawanan bukan kisah tentang kekerdilan jiwa. Buat kisahlah dalam hidup kita, kisah kebaikan yang terus hidup serta buat orang disekiling kita. Kisah hidup yang menginspirasi, dan sungguh merupakan sebuah kealpaan jika hidup ini kisahnya habis hanya dengan tiga baris : Nama, tempat tanggal lahir dan tanggal meninggal dunia. Alangkah singkatnya kisah hidup ini jika terjadi demikian.

Apapun kisah hidup ini, buatlah ia lebih bermakna baik buat diri sendiri maupun orang lain. Semoga kisah hidup kita membawa kebaikan buat orang lain. Amin.

*Pelaksana Seksi Bimas Islam Kankemenag Kab.Sambas

Penulis Opini: 
Riduan