Menjelang Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-70 tahun (3 Januari 1946-2016), keluarga besar Kantor Kemenag dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Singkawang menggelar Jalan Sehat Kerukunan (JSK) pada hari Sabtu, 2 Januari 2016. Tak kurang sekitar seribuan lebih peserta dari perwakilan tokoh lintas agama dari agama Islam. Kristen. Katolik. Hindu, Budha dan Konghucu.

Rute yang dilewati rumah ibadah yaitu Masjid Raya Nurul Iman, Klenteng, gereja Kota Singkawang. Dalam jalan sehat tersebut dimeriahkan oleh Tandjidoor Semelagi Singkawang Utara. Peserta diberikan doorprize berupa mesin cuci, sepeda go BMX, barang elektronik dan hiburan dengan sistem penerikan nomor undian berhadiah oleh pejabat kemenag dan pemuka agama, BUMN/D serta stekholder lainnya.

Mengingat Kota Singkawang terpilih sebagai kota terbaik ketiga menjaga Toleransi dan Kerukunan, patut kita mengucapkan : Selamat atas terpilihnya Kota Singkawang menjadi kota terbaik ketiga dalam menjaga toleransi dan kerukunan di Indonseia. Sempena menyambut Hari Kerukunan Nasional pada tanggal 3 Januari 2016. Ini merupakan modal utama untuk meraih pengahargaan demi menyokong program Komnas HAM terhadap hak-hak azasi manusia dalam menjaga kerukunan umat bergama.

Dalam konsep rancangan Undang-Undang perlidungan umat beragama yang dalam kontent darfnya memuat bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia dimulai dari rukun dalam memperingati hari besar agama, melindungi hak-hak sipil umat beragama, pendidrian rumah ibadah umat bergama, prosesi perkawinan dan kematian umat beragama, simbol-simbol agama, serta penyiaran agama dalam kehidupan umat bergama. Ini merupakan potensi yang menjadiakan konflik dan dapat berpotensi menjadi modal kerukunan.

Untuk menjaga kelestarian Kerukunan ini tidak hanya pada tokoh agama lintas agama, akan tetapi pula perlu ditumbuhkembangkan pada remaja dan pemuda rumah ibadah lintas agama. Contoh pada kegiatan Kemah Kerukunan Remaja dan Pemuda Rumah Ibadah Lintas Agama se-propinsi Kalimantan Barat serta Kerja Bakti sosial pemuda dan Tokoh umat beragama. Kegiatan ini dilakukan model sistem gotong-royong atau belale dalam bahasa daerah Sambas dan Singkawang. ***

(Penulis, H.Azhari,S.Ag,M.Si Ka.Subbag TU Kemenag Kota Singkawang)

Penulis Opini: 
Azhari