inovasi  adalah pemasukan hal-hal yang baru; pembaruan. Dan kata "inovatif" berasal dari kata sifat bahasa Inggris inovative. Kata ini berakar dari kata kerja to innovate yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang baru).

Menurut Degeng (1989) menyatakan bahwa “pembelajaran berarti upaya membelajarkan siswa” , sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (1999) menjelaskan bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

Majelis Taklim adalah suatu lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan dibimbing oleh alim ulama, yang bertujuan membina dan mengajarkan hubungan antara manusia dengan Allah swt dan antara manusia dengan sesamanya serta manusia dengan lingkungannya serta bertujuan untuk membina masyarakat yang bertaqwa dan beriman pada Allah swt.

Prinsip-prinsip pengelolaan  majelis taklim

  1. Bahwa inti majelis taklim adalah penanaman nilai-nilai agama, oleh karenanya dapat digunakan pendekat-an psikologis dalam memahami potensi yang dimiliki peserta/jamaah, yaitu melalui pende-katan potensi kognitif (daya nalar), potensi efektif (daya merasa), potensi psikomotorik (daya melaksanakan) ajaran agama.
  2. Para pengelola majelis taklim hendaknya memahami tentang : Pengertian, sejarah, tujuan, kedudukan, persyaratan, unsur-unsur, jenis sarana prasarana, waktu penyelenggaraan, peserta/jamaah, kegiatan kemasya-rakatan, penilaian dan khitah majelis taklim.
  3. Setiap majelis taklim hendaknya memiliki pedoman pelaksanaan pengajaran atau KBM yang terdiri dari : Kurikulum, Materi, Metode, Persiapan pengajaran dan penilaian.
  4. Setiap majelis taklim hendaknya memiliki pedoman penyelenggaraan administrasi yang baik, dengan melaksanakan dasar dan azas-azas serta prinsip organisasi yang lebih seerhana, yaitu: Planing, Organizing, Actuiting dan Controling (POAC)

Silabus pembelajaran di majelis taklim

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Dalam pembelajaran PAI di majelis taklim mencakup semua materi yang berkaitan dengan manusia baik hablum minannas maupun hablum minallah, sehingga mulai dari aqidah, akhlaq, syariah dan mu’amalah.

Dalam hubungan ini, penyusunan Silabus Majelis Taklim adalah mengacu pada azas-azas sebagai berikut :

  1. Azas Religius

Islam adalah agama dan tatanan hidup yang bersifat universal, untuk itu konsep mencari ilmu berlaku sepanjang hayat, dari sejak lahir hingga ajal datang. Oleh karenanya, nilai-nilai dan norma-norma agama Islam wajib diwariskan kepada setiap umat Islam.

  1. Azas Filosofis

Pancasila sebagai ideologi Negara tidak bertentangan dengan Agama dan sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan demikian menjadi muslim yang taat berarti menjadi Pancasila yang baik.

  1.  Azas Sosio Cultural

Bangsa Indonesia mayoritas beragama Islam sehingga akar budaya Islam yang ada pada masyarakat cukup kuat seperti :

  1. Tradisi mengaji di surau, masjid dan rumah-rumah
  2. Berkembangnya majelis taklim di masyarakat
  3. Meningkatnya pengamalan nilai-nilai agama Islam di semua kalangan masyarakat.

Proses pembelajaran PAI di majelis taklim

Langkah-langkah persiapan yang harus dipenuhi oleh seorang ustadz/ustazdah pada garis besarnya terdiri dari persiapan tertulis dan persiapan tidak tertulis.

  1. Persiapan tertulis Persiapan tertulis ialah persiapan pokok-pokok bahasan yang ditulis terlebih dahulu oleh ustadz/ustadzah sebelum menyampaikannya.
  2. Persiapan tidak tertulis Persiapan lahir batin seseorang ustadz/ustadzah dalam suksesnya  
  3. Kegiatan belajar mengajar, yang meliputi kesiapan mental, kebersihan badan, kerapihan pakaian (menutup aurat) dan seterusnya

Pelaksanaan KBM di Majelis Taklim

Pelaksanaan KBM di Majelis Taklim pada dasarnya meliputi empat kegiatan yaitu :

  1. Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas adalah pengatur-an jamaah secara keseluruhan serta sarana dan peralatan yang diperlu-kan dalam kegiatan belajar menga-jar. Pengelolaan kelas ini dapat bervariasi sesuai perkembangan yang ada di dalam kelas. Dari pengelolaan kelas ini pada akhirnya para jamaah dapat dikelompokkan sesuai perkembangan pengetahuan-nya.

  1. Kegiatan pembukaan

Pembukaan taklim diawali dengan kegiatan pembukaan yang terdiri dari pembacaan tadarus Al Qur’an bersama-sama, yasin, rawi dan shalawat nabi

  1. Kegiatan Inti

Kegiatan inti di Majelis Taklim diisi dengan ceramah atau pemberian materi sesuai dengan bahan ajar dan dilanjutkan dengan tanya jawab.

  1. Kegiatan Penutup

 

Inovasi pembelajaran PAI di majelis taklim

Pembelajaran di majelis taklim yang memiliki sasaran didiknya dari berbagai latar belakang yang berbeda baik pendidikannya, usianya, ekonominya, dll. Maka dalam melaksanakan pembelajaran juga harus memiliki variasi yang mampu membawa jamaah atau peserta didik berinteraksi secara langsung bersama-sama dengan pendidik atau ustadz/ustadzahnya. Untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI di majelis taklim ustadz/ustadzah melakukan inovasi dengan karakteristik sebagai berikut:

    1. Keunggulan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dapat memberikan manfaat atau keuntungan, bagi penerimanya, yang dapat diukur berdasarkan nilai ekonominya, prestise sosial, kenyamanan, kepuasaan dan lainnya
    2. Konfirmanilitas/Kompatibel (Compatibility), ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (value), pengalaman lalu, dan kebutuhan dari penerima
    3. Kompleksitas (complexity), ialah tingkat kesukaran atau kerumitan untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima.
    4. Trialabilitas (Trialability), ialah dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima.
    5. Dapat diamati (Observability) ialah mudah tidaknya diamati suatu hasil inovasi. Suatu inovasi yang hasilnya mudah diamati akan makin cepat diterima oleh masyarakat. Adapun beberapa kemampuan bidang yang dapat diamati, diantaranya : manajemen pendidikan, metodologi pengajaran, media pembelajaran, sumber belajar, pelatihan guru, implementasi kurikulum,dll.

Maka untuk memenuhi karakteristik tersebut di atas perlu adanya tindakan nyata dalam pembelajaran PAI di majelis taklim dan pelaksanaan KBM dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas adalah pengaturan jamaah secara keseluruhan serta sarana dan peralatan yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Pengelolaan kelas ini dapat bervariasi sesuai perkembangan yang ada di dalam kelas. Dari pengelolaan kelas ini pada akhirnya para jamaah dapat dikelompokkan sesuai perkembangan pengetahuannya.

Majelis taklim merupakan lembaga pendidikan non formal yang mencakup dalam pendidikan lahir dan batin, maka dalam pendidikan lahirnya yang melalui pendidikan ekonomi umat yaitu untuk mengamalkan saling peduli dengan anggota maka dibentuk koperasi yang dalam kegiatan pengelolaan kelas ini kesiapan-kesiapan berlangsung dengan seksama disertai dengan pengelompokkan jamaah jika perlu adanya pengelompokkan. Namun jika situasi yang kurang kondusif, seorang guru atau ustadzah dengan sigap mengambil alih kendali proses pembelajaran untuk menghidupkan kembali interaksi guru dan peserta didik atau ustadzah dan jamaah.

Koperasi  majelis taklim ditangani disaat pengelolaan kelas dengan mempersiapkan segala peralatan seperti sound system, buku agenda dan absen jamaah serta jika seorang usdadz atau ustadzah telah merencanakan untuk pembelajaran dengan mamakai sketsa/ slide/ gambar/kartu dan lain-lain dengan membagikannya.

  1. Kegiatan pembukaan

Pembukaan taklim diawali dengan kegiatan pembukaan yang terdiri dari pembacaan tadarus Al Qur’an bersama-sama, yasin, rawi dan shalawat nabi. Dalam pembukaan di majelis taklim dipimpin oleh jamaah secara bergatian dengan uraian amalan sehari-hari, yaitu:

      1. Ayat-ayat al Quran (amalan dalam al Maksurat) yang jika sudah hafal ditambah lagi.
      2. Membaca surat Yasin, Ar Rahman, Al Waqi’ah dll, sesuai dengan permintaan jamaah.
  1. Kegiatan Inti

Kegiatan inti di Majelis Taklim diisi dengan ceramah atau pemberian materi sesuai dengan bahan ajar dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Dalam hal ada 2 kegiatan inti yaitu

a. Tahsin Al Quran, dalam tahsin al Quran ini sangat bervariasi yang terkadang jamaah dikelompok-kelompokkan sesuai dengan kemampuannya, seperti kelompok Iqra’ dan kelompok al Quran dan ada tutor dari jamaah yang memiliki kemampuan lebih untuk ikut membimbing sesame jamaah dan dalam majelis taklim diberi penekanan bahwa kita sama-sama belajar, jadi antara satu dengan yang lain mempunyai kewajiban untuk saling mengingatkan sebagai kontroling, termasuk kepada ustadzah atau gurunya.

b. Menerjemahkan ayat yang telah ditahsin dengan cara bergatian dan melihat waktu, jika waktu masih panjang maka dalam menerjemahkan ini memakai terjemahan mufradat, sehingga semua jamaah terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

c. Ceramah

Majelis taklim merupakan tempat yang bagi jamaah adalah sebagai wisata baik jasmani maupun rohani (hati), sehingga apapun program yang dilaksanakan di majelis diusahakan apa yang menjadi kebutuhan jamaah dengan bahasa agama. Program-program majelis taklim fleksibel dengan melihat suasana mulai dari pembahan aqidah, akhlaq, syariah dan mu’amalah yang selalu dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari para jamaah, sehingga lebih bisa dirasakan dan dipraktekkan.

Materi yang disampaikan jamaah selalu diajak merasakan secara langsung contoh materi aqidah dengan tema perintah ringanya melakukan ketaatan dengan hati, sehingga seorang guru/ustadzah mengajak sholat berjamaah dengan menyempurnakan secara fisik dan hati yaitu bukan hanya luruskan shofnya namun juga luruskan niatnya dengan rasakan setiap apa yang kita ucapkan, maka dengan demikian akan tumbuh kesadaran tentang sholat berjamaah meskipun guru atau ustadzahnya tidak bisa hadir jamaah tetap melaksanakan sholat berjamaah karena merasakan perlunya untuk tubuhnya melakukan sholat berjamaah.         

Seorang guru atau ustadz/ustadzah menyampaikan materinya sesuai dengan silabus yang telah disusun dengan persiapan yang berbentuk:

  1. Rencana Kerja Operasional (RKO)
  2. Desain Materi

 

  1. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup ini  dengan melakukan beberapa kegiatan yaitu menghafalkan surat pendek yang belum di hafal hingga sudah hafal dan lancar baru diganti dengan surat yang lain. Jadi bisa jadi satu surat dihafalkan beberapa kali pertemuan dan ditutup dengan do’a penutup majelis.

Kesimpulan

Dalam setiap pembelajaran baik dalam pendidikan formal maupun dalam pendidikan formal untuk mencapai tujuan dengan menghasilkan produk yang diinginkan. Majelis yang termasuk pendidikan yang diakui oleh pemerintah sebagai pendidikan non formal yang ikut serta mensukseskan pembangunan nasional.

Dengan demikian pembelajaran di majelis taklim juga memerlukan inovasi yang mampu memberikan  pemasukan hal-hal yang baru atau pembaruan dalam pembelajaran PAI di majelis taklim dalam hal akses, pemerataan mutu dan tata kelola dari mulai pngelolaan kelas sampai penutup, sehingga akan memperoleh produk yang lebih baik dan  yang diharapkan pelanggan (jamaah).

Saran-saran

Model pembelajaran inovatif memiliki karakteristik yang khas, di antaranya guru memiliki keinginan untuk melakukan perubahan, pemahaman dan keterampilan untuk mencapai tujuan, memahami benar apa faktor-faktor penunjang, menggunakan strategi atau metode melaksanakan perubahan, dan mengevaluasi ketercapaian tujuan yang ditetapkan dalam perencanaan

 

DAFTAR  PUSTAKA

Hanny Fitriyah, dkk (2012), Managemen dan Silabus Majelis Taklim, Jakarta: Pusat Pengkajian dan Pengembangan, Cet. I

Deni Darmawa (2012), Inovasi Pendidikan Pendekatan Praktik Technologi Multimedia dan Pembeljaran online, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, Cet. I

Agus Suprijono (2013), Cooperative Learning Teori dan Praktik PAIKEM, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet. X

http://triadifebi.blogspot.co.id/2014/06/makalah-pembelajaran-inovatif.html

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/02/05/konsep-dasar-pembelajaran-inovatif/

Penulis Opini: 
NURUL QIBTIYAH, S. AG