Di zaman ini manusia dengan HP atau Gadget mungkin sulit dipisahkan, bahkan ada yang benar-benar tidak bisa meninggalkan HP dan gadgetnya ketika berbicara dengan orang lain yang merupakan teman bicaranya.

Begitu sibuknya dengan HP dan gadget, ia masih konsentrasi ke HP dan gadget padahal masih dalam tahap berbicara dengan teman bicaranya. Akibatnya ia berbicara tidak serius, tidak konsentrasi dan terkadang tidak nyambung. Hal ini bisa jadi bentuk ketidaksopanan dan tidak menghargai teman bicaranya.

Bahkan, karena begitu ketergantungannya manusia dengan HP dan Gadget, tidak jarang kita dengar ada yang jatuh ke selokan, ada yang jatuh di tangga bahkan menabrak tiang listrik karena begitu sibuknya dengan HP atau gadget di tangan. Kita juga pernah mendengar berita tentang anak yang membunuh orang tuanya hanya karena orang tua tidak mamu membelikan anak tersebut HP atau gadget.

Tak jarang kita juga melihat, sepasang suami istri beserta anak-anak mereka duduk-duduk di ruang keluarga. Namun mereka tidak saling berbicara antara satu dengan lainnya karena mereka semua sibuk dengan masing-masing HP atau gadget yang ada di tangan mereka.

Fenomena ini sudah ada di mana-mana. Kalau dulu, ketika menunggu oplet di halte atau di bandara, kita akan saling sapa dengan tetangga duduk kita. Sekarang budaya itu sudah berkurang. Perhatikanlah, kebanyakan mereka sibuk dengan HP atau gadget mereka.

Kita juga pasti sering melihat pemuda-pemudi kita berkendara di jalan sambil memegang HP atau gadget di tangan kiri mereka dengan ear phone di telinga mereka dan mengangguk-angguk menikmati suara lagu sambil berkendara. Subhanallah….

Duhai saudaraku,,,,Perhatikanlah contoh adab para salaf berikut yang benar-benar memperhatikan adab ketika sedang berbicara kepada yang diajak bicara. Mereka benar-benar memperhatikan teman bicara sebagai bentuk penghormatan dan tidak disibukkan dengan urusan lainnya.

Dari ibnu ‘Abbas, beliau berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai sebuah cincin dan memakainya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Cincin ini telah menyibukkanku dari (memperhatikan) kalian sejak hari ini (aku memakainya), sesaat aku memandangnya dan sesaat aku melihat kalian”. kemudian beliaupun melempar cincin tersebut.”(Shahih An Nasa’i : 5304)

Ini adalah adab dalam memperhatikan orang yang sedang berbicara. Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Apabila engkau sedang duduk berbicara dengan orang lain, hendaknya engkau bersemangat mendengar melebihi semangat engkau berbicara. Belajarlah menjadi pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Janganlah engkau memotong pembicaraan orang lain.” (Al-Muntaqa hal. 72)

Hendaknya kita benar-benar memperhatikan dan mendengarkan teman bicara jika dengam ngobrol atau berbicara. Jika tidak diperhatikan, tentu kita akan merasa sakit hati dan bahkan menganggap suatu hal yang tidak hormat. Apabila kita ingin diperlakukan baik, hendaknya kita memperlakukan orang lain dengan baik pula.

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. (HR Bukhari dan Muslim).

Semoga ini menjadi peringatan bagi diri kami pribadi dan kaum muslimin, yaitu benar-benar memperhatikan dan menaruh perhatian apabila ada seseorang sedang berbicara khususnya kepada kita. Demikian semoga bermanfaat.

Penulis Opini: 
Herlin