Heboh, ada kerudung jilbab bermotif porno sepasang laki perempuan tanpa busana. Ditemuan oleh pembeli dari Kota ingkawang dan sudah dipakai setahun, bahan itu dibeli di sekitar pasar Kota Baru Pontianak. Koemntar pun bermunculan dan tak luput pula dari analisa Kepala kanwil Kementerian Agama Propinsi Kalimanatan Barat menyatakan bahwa jilbab merupakan simbol agama yang jangan dinodai dengan motif porno. Bahkan Pak walikota Pontianak mengecam dan memberi worning akan menutup usaha yang meresahkan masyarakat.

Sebagai tindakan cepat dan tegas Pihak Polisi pun sibuk menelusuri asal jilbab tersebut khususnya satuan Polisi di Kota Pontianak. Sama seperti Polisi, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Kota Pontianak dan UKM juga turun mengusut sejumlah tempat usaha yang dicurigai penjual jilbab bermotif porno. Wagub pun mendesak instansi terkait untuk segera bertindak dengan melakukan sidak ketempat asal penjualan jilbab porno tersebut. Desekan pula ketua DPRD Kalbar agar segera ditarik dari peredaran atau penjualan di pasaran yang jilbab meresehkan masyarakat tersebut.

Dari hasil diskusi ringan penulis dan teman-teman ormas keagamaan bahwa (1) Peristiwa tersebut ada kemungkinan disengaja oleh pihak yang memproduksi jilbab tersebut. Untuk itu segera dituntaskan dengan alasan perbuatan ini telah menodai simbol agama; (2) Sebagai konsekuensinya agar tidak lagi meresahkan masyarakat khususnya pemakai jilbab dan umat Islam pengusaha yang dengan sengaja harus ditindak tegas secara hukum; (3) Mengusut habis peredaran jilbab porno tersebut dari pasaran dan harus dimusnahkan; (4) Kepada para konsumen segera melapor jika ada barang yang menodai simbol agama dan (5) Berhati-hatilah sebelum membeli jangan sampai terjebak oleh penodaan agama.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut yang perlu diingatkan bahwa ada 7 (tujuh) potensi konfik dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama antara alain : (1) Simbol-simbol agama; (2) penyiaran agama; (3) Perkawinan beda agama; (4) pendirian rimah ibadah; (5) pengurusan kematian umat bergama; (6) Perayaan hari besar agama dan (7) hak-hak sipil umat beragama termasuk data status dan jenis kelamin yang lagi heboh kawin sejenis. Kali ini konflik bisa terjadi ketika adanya penodaan simbol agama seperti jilbab porno.

Kita berharap hendaknya janganlah terjadi hal tersebut akan merugikan kerukunan umat beragama yang sudah dipupuk dan dipelihara bahkan dilestarikan sejak indonesia sebelum merdeka.Oleh kerena itu harus seimbang dan selaras antara Cerdas beragaama, Rukun umat bergama, Sejahtera ekonomi umat bergama dan ketaatan dalam mengamalkan agama dalam kehidupan sehari-hari. Berdagang dalam mecari nafkah atau ekomi itu penting, akan tetapi ketaatan, kecerdasan dan kerukunan umat bergama lebih penting agar memperoleh bahagia dunia dan bahagia di akhirat, amiin. ***

 

(Penulis, H.Azhari,S.Ag,M.Si Ka.Subbag TU Kemenag Kota Singkawang)

Penulis Opini: 
Azhari