Untuk pertama kali saya membaca cerita ini. Cerita yang sangat indah tentang bagaimana Rosulullah menjaga para sahabat. Cerita ini saya dapat di group Telegram.

Begini ceritanya,,,,

Seorang lelaki miskin membawa segenggam buah anggur untuk Nabi Muhammad sebagai hadiah. Lelaki ini dengan wajah berseri-seri, berkata : “Wahai Rasulullah, terimalah hadiah kecil ini dariku.”

Nabi mengucapkan terima kasih dengan khidmat, beliau mengambil satu buah anggur dan memakannya. Para sahabat yang hadir ketika itu, menatap penuh harap. Namun, di luar dugaan, ketika anggur yang satu habis, Nabi kembali memakan anggur lainnya, tanpa menawarkan kepada para sahabat.

Sampai akhirnya, semua anggur pemberian lelaki itu habis, dimakan Rasulullah sendirian saja. Orang miskin yang membawa anggur sangat senang dan kemudian pamit pulang.

Karena penasaran, salah satu sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa semua buah anggur itu sendirian dimakan, dan sama sekali tidak menawarkannya kepada kami?”

Nabi tersenyum dan berkata, “Aku memakan semuanya, karena buah anggur itu masam. Jika aku menawarkannya kepada kalian, aku khawatir nanti wajah kalian akan menampakkan rasa tidak suka. Dan Itu akan menyakiti perasaannya.” ⁠⁠⁠⁠

MasyaAllah…sungguh mulia akhlak Rosulullah. Lihatlah di sekitar lingkungan kita, di tempat kerja, lingkungan tetangga dan tempat-tempat lainnya. Mungkin kita pernah bertemu dengan model orang yang ketika dia menemukan sesuatu yang enak, baik itu kedudukan, makanan maupun suasana yang empuk lainnya, dia akan menikmatinya sendiri tanpa ingat orang lain. Tapi giliran ia mendapat kesusahan, ia membagi kesusahan itu dengan orang lain.

Mungkin kita juga pernah melihat ada orang yang tidak pernah memuji kebaikan saudaranya, kebaikan rekan kerjanya namun ia paling depan mencela keburukan saudaranya. Bandingkan dengan akhlak Rosulullah pada cerita di atas. Beliau memakan semua anggur masam itu bukan karena beliau tamak, melainkan karena ia ingin menjaga para sahabat agar tidak memperlihatkan wajah menahan rasa asam yang dengan hal tersebut beliau ingin menjaga agar si pemberi anggur merasa senang.

Kita juga mungkin pernah bertemu dengan orang yang secara terang-terangan mencela makanan di mana ia bertamu. Entahlah, apa keuntungan yang ia dapat dengan celaan tersebut. Padahal Rosulullah sudah memberi contoh agar tidak mencela makanan. Jika memang suka, makanlah. Jika tidak suka, Rosulullah diam.

Atau…kita juga mungkin pernah melihat orang yang pekerjaan atau hobinya adalah mencela. Ke mana pun dia berada, dirinya selalu merasa yang terbaik sedangkan orang lain semuanya buruk. Ketika ada keburukan pada orang lain, dia menjualnya ke mana. Begitu seterusnya tanpa pernah puas. Semoga Allah menjaga kita dari perangai buruk tersebut. Aamiin

*Penulis adalah Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Singkawang

Penulis Opini: 
Herlin S.Pdi