Sesuai dengan peraturan pemerintah, dan majunya ilmu dan tekhnologi sebagai mana yang termuat dalam MENPAN dan Reformasi Birokrasi no 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional Guru, yaitu mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

Dalam sejarah penggunaan kurikulum di Indonesia setelah merdeka, ada sepuluh kurikulum yang pernah dipakai yaitu kurikulum pasca kemerdekaan 1949, 1952, 1964, 1968,1974, 1975, 1984, 1994 dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, belum sempat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berjalan maju muncul kembali dipermukaan Kurikulum 2013, saat ini yang ditunggu oleh seluruh guru se - Indonesia. Dengan tujuan dalam pergantian kurikulum ini membuat bangsa menjadi lebih baik dan lebih maju untuk kedepannya terutama di kancah dunia pendidikan. Padahal menurut penulis, guru sebelumnya dan yang ada saat ini sudah cukup profesional, karena seperti yang dikatakan oleh penyanyi legendaris kita Iwan Fals dalam lirik lagunya yang berjudul “Guru Omar Bakri” hal ini dikuatkan dalam pernyataan UUD 1945 yaitu 'mencerdaskan kehidupan bangsa' siapa lagi kalau bukan guru, yang berperan untuk hal tersebut.

Dengan kemunculan KURIKULUM BARU banyak sekali para sahabat yang se profesi sangat antusias sekali dan penuh semagat dalam menyambut kurikulum baru tersebut yaitu kurikulum 2013 yang saat ini masih hangat – hangatnya dibicarakan. Apalagi katanya kurikulum baru ini mengedepankan karakteristik siswa dan buku yang akan digunakan gratis baik itu buku pegangan guru maupun yang digunakan oleh siswa di tambah lagi gucuran dana bantuan berupa sertifikasi yang sangat menjanjikan.

Disisi lain, menilik peraturan pemerintah dan kurikulum 2013 yang direalisasikan sekarang ini terutama peraturan tentang kenaikan kepangkatan seorang guru, maka senyuman, canda dan tawa para guru, akan hilang dan tersimpan rapi di dalam benak mereka. Kemudian muncullah rasa kekhawatiran yang sangat mendalam karena ada tuntutan – tuntutan yang sangat luar bisa, yaitu selain menerapkan kurikulum baru para guru dituntut harus lebih profesional ketika melaksanakan tugas mereka, terutama guru dituntut membuat karya ilmiah dan memperbanyak mengembangkan diri sebagai salah satu syarat untuk kenaikan pangkat. Karena jika hal tersebut tidak dilaksanakan maka kepangkatan guru akan diturunkan.

Kalau hal ini terjadi di daerah kita yaitu Kalimantan Barat khususnya di bumi uncak kapuas yang kita cintai ini (Kabupaten Kapuas Hulu), mau kemana kita akan mengadu nasib kita ini. Sebagai seorang guru penulis ingin mengajak kepada semua kawan guru mulai dari sekarang mari kita sama – sama meningkatkan upaya serta semangat kita untuk menggali ilmu lebih banyak lagi, seperti sabda Nabi besar Muhammad SAW, beliau mengatakan “Tuntutlah Ilmu itu walaupun sampai ke Negeri Cina”.

Penulis Opini: 
Hermansyah ( Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Putussibau )