Peringatan Maulid dan Sholawat Nabi bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat terpisahkan. Di satu sisi Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati sebagai tradisi umat Islam dan di sisi lain sholawat nabi merupakan perintah untuk dilaksanakan. Dalam tradisi maulid tak terlepas dari perintah mengamalkan sholawat Nabi. Ketika peringatan Maulid digelar dengan syhadunya Sholawat Nabi dikumandangkan, dan tidak hanya sekadar ditampilkan bahkan disayembarakan atau dilombakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) khususnya pada hari basar agama Islam di Indonesia.

Dalam Kitab suci Al-quran Surah Al-Ahzab ayat 56, orang yang beriman diperintahkan untuk bersholawat kepada Nabi, sebagaimana Firman Allah SWT : Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kepada Nabi dengan ucapan salam penuh penghormatan kepadanya. Dalam penafsiranya, sholawat dari Allah memberikan rahmat, dari malaikat memohon ampunan dan dari orang beriman berdoa diberi rahmat seperti : ( Allahumma sholli ala Muhammad atau Assalamu alaika ayyuhannabi ), semoga keselamatan kepada Nabi shollahu alaihi wassalam.

Ulama Fiqh mengatakan bahwa sholawat terbagi kepada 3 (tiga) macam yaitu sholawat rukun dalam khutbah jumat, sholawat wajid dalam ibadah sholat dan sholawat sunnat seperti sholawat badar, sholawat Nariyah dan sholawat dalam kitab Dzikir Nizhom, Asraful Anam, Qasidah Burdah yang juga termaktub dalam kitab Al-Barjanjy karangan Jafar Al-barjanjy, seorang juara sayembara syair maulid Nabi yang diperingati pertama kali di zaman Khalifah Sholahuddin Al-Ayyubi di Mesir dan Suriah. Kitab ini sering dibaca dalam acara walimatul urusy, selamatan aqiqah dan khitanan atau sunnatan serta acara hajatan lainnya..

Rasulullah bersabda dalam hadits riwayat At-Turmidzi, telah datang 4 (empat) malaikat alaihimussalam kepada Nabi Muhammad SAW yaitu Malaikat Jibril, Mikail, Isrofil dan Izrail mereka berkata : (1) Jibril : ya Rasulallah, siapa saja yang bersholawat kepadamu 10 (sepuluh) kali dalam sehari-semalam, maka aku bimbing mereka ketika melewati shiratol mustaqim (jembatan menuju syurga) seperti kilat yang menyambar cepat. (2) Mikail : ya Rasulallah, siapa saja yang bersholawat kepadamu 10 kali dalam sehari-semalam, maka aku beri mereka minuman di syurga dari telaga Al-Kautsar (kenikmatan yang sangat banyak), masyaallah.

Kemudian dilanjutkan (3) Isrofil : ya Rasulallah, siapa saja yang bersholawat kepadamu 10 kali dalam sehari-semalam, maka aku berdoa dalam sujudku, dan aku tidak akan bangkit dari sujudku sehingga Allah mengampuni dosa orang yang bersholawat kepadamu. (4) Izrail : ya Rasulallah, siapa saja yang bersholawat kepadamu 10 kali dalam sehari-semalam, maka aku cabut nyawa roh orang yang bersholawat kepadamu seperti mencabut rohnya para nabi. Sungguh beruntung bagi orang yang mengamalkannya, begitu istimewanya bersholawat kepada Nabi sehingga dijamin oleh 4 (empat) malaikat alaihimussalam.

Lalu, bagaimana kita dapat mengamalkan 10 x dalam sehari semalam ? Jawabanya ada ketika sholat fardhu lima waktu dan sunat rowatib, dhuha serta tahajjud didirikan. Pada sholat Fardhu berjumlah 9 x sholawat dan ditambah sholat sunat rawatib dan sholat sunat lainnya lebih dari 10 x kita bersholawat. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya dan para malaikat berdoa untuk orang yang bersholawat sehingga mendapat jaminan keselamatan dan kedamaian hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat, .amiin. ***

(Penulis, H.Azhari,S.Ag,M.Si Ka.Subbag TU Kemenag Kota Singkawang)

Penulis Opini: 
Azhari