Perbuatan baik tak selalu di balas dengan perbuatan baik pula. Tanaman yang menjalar saja bisa membuat petani itu sendiri kesandung. Seekor ayam yang di beri makan oleh tuanya sendiri, besok harinya bisa lari ke kandang milik orang lain.

Kita semua pasti membutuhkan bantuan orang lain, tidak mungkin bisa langsung dewasa seperti saat ini. Pasti ada campur tangan orang tua atau saudara untuk merawat kita. Dan setelah dewasa lihat apa yang terjadi ? Banyak yang kita lupakan seperti lupa mengucapakan "Terima Kasih".

Kalimat ini mungkin terdengar sederhana sekali tapi amat berarti bagi orang lain. Padahal, mereka tidak butuh balasan apa-apa ketika kita mengucapkan "Terima kasih". Namun dengan ucapan terima kasih itu, dia akan tahu bahwa kita menghargai pemberiannya, menghargai kebaikan yang selama ini dia berikan ke kita.

 Tapi sayang saat ini banyak orang yang lupa mengucapkan Terima Kasih. Sesungguhnya mengucapkan terima kasih saja sudah membuat orang lain senang sebab itu memberikan makna kepadanya bahwa kita menghargai kebaikanya selama ini.

Tak perlu memberikanya sesuatu yang besar jika dengan ucapan itu bisa membuatnya bahagia. Bukankah begitu ? Uang, jabatan dan harta benda rupanya telah menutup sebagian mata mereka. Enaknya sudah di ambil duluan dan sekarang tinggal ampasnya. Kalau sudah tak ada rasa di buang begitu saja.

Kita mungkin sering mendengar ceramah yang berisi penjelasan tentang sebuah hadist untuk tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang sudah berbuat baik pada kita. Siapa yang tidak tahu berterima kasih pada orang yang telah berbuat baik padanya, maka ia sulit pula bersyukur pada Allah. Dan Allah tidaklah menerima syukur seorang hamba, sampai ia tahu berterima kasih pada orang lain.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dalam hadist tersebut di jelaskan jika kita tidak pandai berterima kasih pada orang lain sama saja kita juga tidak berterima kasih kepada Allah. Karena kebaikan yang Allah sampaikan bisa jadi melalui tangan orang lain.

Beberapa faedah dari hadits di atas adalah:

1. Siapa yang biasa tidak tahu terima kasih pada manusia yang telah berbuat baik padanya, maka ia juga amat sulit bersyukur pada Allah.

2. Allah tidaklah menerima syukur hamba sampai ia berbuat ihsan (baik) dengan berterima kasih pada orang yang telah berbuat baik padanya.

3.  Perintah kepada manusia untuk pandai bersyukur.

4. Pemberi nikmat hakiki adalah Allah dan manusia yang berbuat baik adalah sebagai  perantara dalam sampainya kebaikan kepada kita.

Jadilah manusia yang pandai berterima kasih, lebih-lebih pada orang tua, guru dan setiap orang yang telah memberikan berbagai kebaikan pada kita. Semoga Allah memberi taufik pada kita supaya pandai berterima kasih.

*Penulis adalah penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Singkawang

Penulis Opini: 
Herlin*