Tidak terasa, kita telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Ini pertanda bahwa tak lama lagi bulan yang mulia ini akan meninggalkan kita. Ia akan menjadi saksi atas semua amalan yang telah kita kerjakan. Barang siapa yang berhasil melewati bulan ramadhan dengan banyak amal kebaikan, maka bersyukurlah dan pujilah Allah. Semoga akan mendapat kabar gembira dengan pahala yang baik.

Namun jika kita termasuk orang yang lalai dan beramal jelek, maka segeralah bertaubat dan manfaatkan hari-hari ramadhan yang tersisa dengan lebih baik serta berdoalah agar Allah memberikan kesempatan di tahun depan agar kita bisa beramal dengan amal yang lebih baik.

Di akhir ramadhan ini, Allah mensyariatkan ibadah-ibadah yang dapat mendekatkan kita kepada Allah serta menguatkan keimanan dengan amalan-amalan yang akan dicatat dalam timabangan kebaikan di antaranya: berusaha meraih lailatul qadar,menunaikan zakat fithri, bertakbir di hari fithri, dan banyak sekali amalan yang disunnahkan di hari itu.

Rosulullah tidak menjadikan suatu tujuan sebagai akhir sebuah amalan tetapi akhir  amalan adalah kematian. Maka apabila bulan ramadhan telah selesai, bukan berarti kita terputus dari amalan kebaikan. Setelah romadhon, masih ada begitu banyak amal kebaikan yang dapat kita kerjakan seperti:

  1. Puasa-puasa sunnah seperti puasa 6 hari di bulan syawal yang keutamaannya sangat besar sebagaimana sabda Rosulullah “Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan kemudian diikuti dengan 6 hari di buan syawal maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim). Dengan berakhirnya puasa ramadhan, bukan berarti amal ibadah puasa kemudian selesai karena masih banyak puasa sunnah yang hendaknya kita kerjakan.
  2. Sholat malam. Di bulan ramadhan, masjid dipenuhi dengan jamaah tarawih dan witir yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Setelah ramadhan, hendaknya sholat malam tetaplah dilaksanakan sebagaimana Rosulullah yang senantiasa sholat malam sampai kedua kakinya bengkak. Selain itu, dalam hadits Rosulullah bersabda “Roob turun ke langit dunia tatkala tinggal sepertiga malam terakhir, kemudian Allah berkata “Barang siapa yang berdoa kepada Ku niscaya aku kabulkan untuknya, barang siapa yang meminta kepadaKu niscaya aku penuhi dan barang siapa yang meminta ampun kepadaKu niscaya aku ampuni dosanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan masih banyak amalan lainnya yang dapat kita kerjakan tidak hanya di bulan ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan setelah ramadhan.

Sudah semestinya bagi setiap muslim yang telah diberikan nikmat untuk memasuki bulan ramadhan ini, untuk selalu melihat kembali diri masing-masing dan berusaha mengetahui tanda-tanda yang ada pada dirinya, apakah termasuk orang yang beruntung dengan bulan ramadhan yang telah berlalu ataukah termasuk orang yang merugi.

Di antara tanda terbesar bahwa ia termasuk orang yang beruntung dengan bulan ramadhan adalah apabila ia menjumpai dirinya selalu istiqomah dalam beramal sholeh, bertambah taat kepada Allah dan selalu menambah perbuatan baik dengan perbuatan baik lainnya.

Maka termasuk kesalahan besar apabila ada seseorang merasa bebas setelah berlalunya bulan ramadhan, ia segera kembali ke lembah kemaksiatan dan dosa, dan tidak pernah berbuat kebaikan kecuali di bulan ramadhan. Rajin sholat hanya di bulan ramadhan, membaca alqur’an hanya di bulan ramadhan, menjaga kehormatan diri, keluarga dan agamanya hanya di bulan ramadhan, sehingga gugurlah amalan yang ia lakukan selama bulan ramadhan. Padahal Allah berfirman “Dan janganlah kamu menjadi seperti perempuan yang menguraikan benang yang sudah ia pintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali” (QS. An Nahl: 92).

Sebagian orang-orang sholeh zaman dahulu ketika ditanya tentang orang-orang yang hanya taat kepada Allah di bulan ramadhan saja, mereka mengatakan “Mereka adalah sejelek-jelek manusia, mereka yang tidak mengenal Allah kecuali di bulan ramadhan saja”.

Sebagai penutup tulisan ini, marilah kita mengingat firman Allah “Beribadahlah engkau sampai kematian menjemputmu” (QS. Al Hijr: 99).

Saudaraku,,,marilah kita bersungguh-sungguh melakukan ketaatan dan menjauhi perbuatan dosa dan kejelekan. Marilah kita berharap agar dengan hal tersebut, kita diberikan kebahagiaan yang baik di dunia dan mendapatkan pahala yang banyak di akhirat. Walhamdulillahi Robbil ‘alamin. Wallahu a’lam      

*Penulis adalah penyuluh agama islam Kementerian Agama kota Singkawang 

Penulis Opini: 
Herlin, ummu shofiyah