Ada dua tantangan yang dihadapi madrasah baik bersifat internal maupun eksternal. Dari segi internal, menyangkut rendahnya mutu pendidikan dan mutu pendidik, belum memenuhi standar isi dan standar kompetensi lulusan minimal, pengelolaan yang belum profesional, dan sebagainya. Secara eksternal, menyangkut persepsi masyarakat dan pemerintah yang cenderung diskriminatif, bahkan ada yang menganggap sebagai pendidikan “kelas duasetelah sekolah. Untuk itu, madrasah harus melakukan reaktualisasi guna meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan, mencapai dan / atau secara bertahap mampu melampaui delapan standar nasional pendidikandan mengembangkan program  unggulan  untuk  meningkatkan citra madrasah di kalangan masyarakat maupun pemerintah. Salah satu langkah yang diambil adalah mendorong pendirian madrasah bertaraf internasional.

Lahirnya madrasah--sebagai institusi pendidikan Islam yang semula didorong oleh semangat keagamaan dan dakwah, serta dikelola seadanya, saat ini menghadapi tuntutan baru baik menyangkut kontribusinya dalam merespons berbagai tantangan kepemimpinan bangsa di bidang pendidikan maupun menyangkut pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional. Dalam rangka menyiapkan kader-kader kepemimpinan bangsa ke depan, pendidikan Islam perlu melakukan reaktualisasi terutama aspek manajerialnya yang lebih profesional dan mengutamakan  peningkatan  mutu  pendidikan,  mampu  memberikan  quality assurance (jaminan mutu), layanan yang prima serta mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada peserta didik, orang tua, dan masyarakat sebagai stakeholders.

Berdasarkan harapan dan kenyataan tersebut maka visi madrasah ke depan sesuai dengan khittah awalnya adalah populis, islami, dan berkualitas. Populis merupakan gambaran bahwa madrasah lahir dan dibesarkan oleh masyarakat. Populis dalam visi ini ingin mengembalikan posisi bahwa madrasah miliki masyarakat, karena itu tidak boleh menjadi “eksklusif” atau “menara gading” tapi tetap mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat. Islami, mencerminkan pendidikan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang suasana dan kehidupan para siswa, pendidik dan penghuni lainnya mengamalkan ajaran Islam.

Ciri islami ini tercermin dalam kurikulum, aktifitas madrasah, pola tingkah laku penghuni madrasah, dan suasana lingkungan madrasah. Berkualitas atau dengan kata lain berorientasi pada mutu’ dicerminkan pada kegiatan dan nilai akademik yang diperoleh madrasah. Berkualitas tampak dengan hasil belajar siswa berupa  nilai ulangan, kenaikan kelas, maupun ujian akhir dan banyaknya prestasi yang dcapai siswa madrasah baik dalam bidang seni bahasa, komputer, olahraga, keterampilan, dan sebagainya. Sisi lain dari berkualitas adalah kemampuan siswa dan lulusan madrasah masuk dan bersaing dalam dunia global.

Upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat telah dilakukan dengan pengembangan berbagai bentuk madrasah seperti lembaga pendidikan integratif, sekolah/madrasah terpadu, sekolah/madrasah model, sekolah/madrasah berstandar nasional, sekolah/madrasah bertaraf internasional, dan bentuk sekolah/madrasah unggulan lain yang penyebutannya menggambarkan sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan kualitas. Dengan kondisi seperti inbarangkali sekolah/madrasah dapat dikatakan sudah mencapai kondisi tinggal landas, untuk selanjutnya ditingkatkan misinya ke arah tuntutan yang bersifat internasional

Penulis Opini: 
Mursidin,M.Ag* Kepala MAN INSAN CENDEKIA Sambas