Dalam sejarah Umat Islam tercatat bahwa pada tanggal 15 Ramadan 1294 H, terjadinya peperangan Yakhliz yaitu tentara Islam dari Dinasti Ottoman yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34.000 anggota mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740.000. Sebanyak 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran itu. Ia menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh pemerintah Tzar di Rusia. Berkaca dari peristiwa tersebut di atas betapa susahnya dulu untuk mempertahankan Islam sampai harus menumpahkan darah.

Sekarang di saat semuanya telah tersedia dari segala macam bentuk kebutuhan jasmani maupun rohani, ternyata kita masih sulit untuk beribadah sesuai dengan yang Allah perintahkan. Contohnya sekarang kita berpuasa, bagi orang yang belum terbiasa, sangat berat ia lakukan. Pergi ke pasar tidak dapat menahan haus dan lapar akhirnya berbuka, di jalan raya anak muda berkumpul sambil merokok, di sudut-sudut gang orang menjual ikan dengan santai minum kopi sambil merokok. Ini membuktikan bahwa kita belum serius dan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan puasa dengan baik dan benar.

Padahal menurut Riwayat dari Ali bin Abi Thalib ra. Yang disampaikan Ulama Salaf berijtihad benar-benar menyempurnakan Amal di bulan Ramadhan, Bahwa beliau berkata “hendaklah kamu, untuk diterima amal ibadahmu lebih sangat memperhatikan dari beramal sendiri. Apakah kamu tidak mendengar Firman Allah: “Hanya sanya Allah menerima amal ibadah dari orang yang taqwa kepadaNya saja”.

Di dalam Al-Qur’an Surah Fushshilat ayat 30-31 yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (Istiqamah) maka malaikat akan turun dan berkata kepada mereka, “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu (30). Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat, didalamnya surga kamu peroleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta (31)”.

Allah SWT telah menjamin hidup kita syaratnya dengan berTuhankan Allah dan Istiqamah. Kita semua kalau ditanya siapa Tuhanmu pasti jawabannya Allah SWT, tapi begitu disuruh puasa, berbagai macam alasan dilontarkan, disuruh sholat 5 waktu tepat waktu, masih kita kerjakan dengan lalai, syukur-syukur masih 5 waktu, kadang-kadang tinggal 4, 3 atau 2 kali bahkan tidak sama sekali, ada juga yang sholat setahun sekali, inilah fenomena yang terjadi. Hal ini membuktikan bahwa untuk beramal Istiqamah sulit sekali. Puasa kita pada 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari ketiga itu kualitasnya berbeda-beda. Sulit sekali bagi kita untuk mempertahankan keutuhan dan nilainya agar  bisa stabil.

Tujuan puasa untuk menjadi orang yang bertaqwa itu perlu pengorbanan yang besar bagi kaum muslimin. Tentunya dengan momen ramadhan ini menuntut kita agar bisa Istiqamah dan bersungguh-sungguh untuk meraih kesempurnaan amal semaksimal mungkin menurut kemampuan masing-masing. Puasa Ramadhan ini sangat banyak amal ibadah yang bisa kita lakukan untuk memperoleh taqwa dengan senantiasa mempertahankan frekuensi ibadah yang kita lakukan. Berikut tips 30 hidangan lezat yang bisa kita lakukan dalam mengisi hari-hari dalam bulan ramadhan :

  1. Tilawah Al-Qur’an 1 juz sehari paling kurang.
  2. Sholat tarawih minimal 8 rakaat setiap malam.
  3. Solat Witir minimal 3 rakaat semalam.
  4. Beri makan org berbuka puasa walaupun dengan sebiji tamar setiap hari.
  5. Sholat fardhu
  6. Waktu berjamaah setiap hari.
  7. Tahajud setiap malam minimal 2 rakaat.
  8. Sunat dhuha setiap pagi.
  9. Sedekah setiap hari minimal seribu.
  10. Pastikan sahur setiap hari.
  11. Iktikaf di masjid setiap hari walau hanya 10 menit.
  12. Tadarus Al-Qur’an sambil usaha memahami maksudnya.
  13. Ziarah orang yang kurang bernasib baik.
  14. Kurangkan ziarah ke bazar ramadhan.
  15. Pilih makanan sunnah sebagai menu harian.
  16. Hindarkan membeli makanan dari tangan orang fasik.
  17. Jauhkan aktivitas yang lagha.
  18. Zikir harian, banyakkan berdoa.
  19. Biasakan bibir beristighfar sekurang-kurangnya 70x dalam sehari.
  20. Ajari diri dengan sifat rendah hati kerana Allah.
  21. Mudah memohon maaf dan memberi maaf.
  22. Menjaga dan menghubungkan silaturrahim.
  23. Menjaga dan menutup aurat dengan sempurna (bukan berpakaian tapi telanjang).
  24. Menjaga lisan, pandangan, pendengaran & hati dari perkara-perkara yang dilarang.
  25. Tidak berlebih-lebihan maupun mubazir dengan makanan terutama juadah berbuka.
  26. Perbanyakkan amalan-amalan sunat, solat sunat rawatib dan lain-lain.
  27. Biasakan sunnah Rasulullah yang ringan tangan dalam urusan rumah tangga (terutama suami & anak laki-laki).
  28. Biasakan menjaga dan menahan marah, didik diri untuk lebih bersabar.
  29. Lazimi lidah untuk senantiasa bersyukur dan memperbanyak syukur kepada Allah di kala senang maupun susah.
  30. Menjaga ikhtilat - hubungan antara lelaki dan perempuan.
  31. Membayar zakat fitrah dalam waktu yg telah ditetapkan.
  32. Ikhlaskan hati kerana Allah..hadirkan Allah di dalam hati, berusaha menjalani Ramadhan kali ini dengan sebaik mungkin seolah-olah inilah Ramadhan terakhir kita.

Mudah-mudahan dari hidangan yang tersedia di atas paling tidak separuhnya telah kita laksanakan, atau kalau memang belum sama sekali dilakukan tidak ada kata terlambat untuk mulai dari sekarang. Bukankah pepatah mengatakan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, sebelum pintu taubat tertutup mari berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan secara kontinyu (istimroriah), kita hargai dan hormati Nabi Muhammad SAW, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan seterusnya pejuang Islam yang telah mempertahankan Agama Islam dengan cucuran darah dan air mata dengan cara mengoptimalkan amal ibadah kita di bulan ramadhan sampai bulan-bulan diluar ramadhan tahun ini, tahun depan dan tahun-tahun berikunya, inilah yang disebut Istiqamah.

Akhirnya mari kita senantiasa berdo’a agar selalu diberikan kekuatan untuk menjalankan perintah Allah SWT serta menjauhi laranganNya dengan sebenar-benar taqwa kepada Allah dan dimatikan dalam keadaan Muslim husnul khatimah. Amin   

Penulis Opini: 
Dinna Rahmi