Allah swt berfirman : " Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak, maka sholatlah karena Tuhan-Mu dan berkorbanlah " (QS. Al-Kautsar 1-2). Dari ayat di atas, kurban merupakan salah satu pengenjawantahan bentuk syukur kita kepada Allah swt, yang telah memberikan nikmat yang begitu banyaknya sampai tak mampu kita untuk menghitung-hitungnya.

Coba kita renungkan 10 tahun yang lalu, siapa kita? kita belum menjadi apa-apa dan tak punya apa-apa, perlahan Allah berikan pekerjaan kepada kita yang menjadi idaman setiap orang, Allah titipkan istri dan anak-anak sehingga lengkaplah kehidupan kita, Allah berikan rumah lengkap dengan isi-isinya, dan nikmat-nikmat yang lainnya yang takkan habis apabila kita tulis.

Hari ini Allah memanggil kita untuk berkurban, lantas apa yang membuat kita enggan ? apa yang membuat kita tidak mau ? Apakah dengan alasan kita tidak mampu, dengan alasan masih ada kebutuhan lainnya, atau hanya menganggap kurban hanya sunnah sehingga kita meninggalkannya begitu saja, yang pasti kita tidak menjadikan kurban itu, menjadi sesuatu yang prioritas dalam kehidupan kita, walal akhirotu khoiru laka minal ula, Akhirat itu lebih baik dari kehidupan dunia.

Yang jelas harta yang kita keluarkan untuk kurban akan Allah lipat gandakan, kekurangan kita akan dicukupkan, keperluan kita akan dipenuhi, kehidupan kita akan diberkahi, Rasul mengatakan : "“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha lebih dicintai Allah daripada menyembelih binatang. Karena binatang itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah binatang itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (HR. al-Tirmidzi dengan kualitas hasan). Allahu a'lam bishawab. ( Sudirmansyah ).

Penulis Opini: 
Sudirmansyah