Saudaraku,,,Ramadhan sudah setengah jalan dan 15 hari pertama telah berlalu. Apa yang telah kita lakukan ketika Ramadhan bertamu di sepertiga bulan yang lalu ? Jangan-jangan ia datang tidak kita sambut dengan kegembiraan. Jangan-jangan kedatangannya hanya di anggap angin lalu. Jangan-jangan kedatangannya hanya ditunggu karena adanya lebaran setelah itu.

Saudaraku,,,walau Ramadhan sering dikatakan istimewa, namun terkadang perlakuan kita ketika ia datang, tidaklah luar biasa. Bahkan nyaris terlalu biasa. Bagaimana tidak. Kadang alqur’an cuma dibaca sekilas saja. Sekedar untuk mengisi waktu kosong, bukan dengan sengaja mengosongkan waktu bersama alqur’an. Kalah dengan update status smartphone dan tontonan. Padahal begitu banyak pahala dan kebaikan yang dapat diraih dengan membaca Alqur’an.

Kadang azan di masjid masih diabaikan, sholat wajib masih di tiga perempat waktu, sholat tarawih terabaikan karena kekenyangan, ditambah lagi sholat jadi tidak khusyu’ karena teringat bahwa tidak lama lagi lebaran. Padahal,,,begitu banyak dosa yang bisa terhapuskan dengan sholat tarawih bersama imam dan mengerjakan witir di setiap malam.

Kadang waktu siang habis digunakan untuk bekerja. Eh,,,waktu malam pun tidak sempat berlama-lama duduk di atas sajadah untuk sekedar memohon ampunan kepada Allah. Kita sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan menghadapi lebaran.

Sedekah pun tidak banyak kita berikan karena khawatir uang tidak cukup untuk mudik dan liburan. Padahal kita tahu bahwa dengan memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, kita akan diberikan ganjaran seperti pahala mereka yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.

Saudaraku,,,apakah sekarang kita sudah lupa bahwa semua amal kebaikan di bulan Ramadhan akan diganjar pahala yang berlipat ganda ?. Lalu kenapa siang dan malam kita tidak kita pakai untuk melakukan banyak kebaikan? Kalah dengan bisnis jahit, kue maupun orden yang banjir pesanan saat Ramadhan.

Saudaraku,,,ingatlah bahwa Ramadhan sedikit lagi. Jangan biarkan ia berlalu seperti tamu yang tidak diharapkan. Jangan sampai kita menyesal setelah kita Ramadhan tinggalkan. Ingatlah kembali bahwa Ramadhan datang dengan penuh kemuliaan, keberkahan, ampunan dan begitu banyak keutamaan. Jangan biarkan Ramadhan berlalu sementara kita mengisinya dengan hal yang sia-sia.

Saudaraku,,,ingatlah bahwa Ramadhan belum tentu menyapa kita di tahun depan. Jangan-jangan ini Ramadhan terakhir untuk kita. Maka sudah seharusnya kita mengisi Ramadhan yang tersisa di depan mata dengan amal kebaikan yang maksimal.

Masih ada 15 hari lagi. Ya,,,masih ada 15 hari lagi untuk kita isi dengan kebaikan. Semoga kita semua tersadar sebelum Ramadhan ini benar-benar pergi. Sadarilah bahwa umur kita hanyalah cerita singkat yang akan kita pertanggungjawabkan dengan panjang.

Ya Allah,,,berikanlah kami semua petunjuk agar Ramadhan yang tersisa ini bisa kami manfaatkan dengan sebanyak-banyak kebaikan supaya ketika Ramadhan pergi, kami berada dalam keadaan dosa yang sudah terampuni.

Ya Allah,,,sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, maka ampunilah kami yang telah lalai dengan perintahMu. Aamiin.

 

*Penulis adalah penyuluh agama islam Kementerian Agama Kota Singkawang

Penulis Opini: 
Herlin