Menjadi ibu,,,adalah anugerah yang tidak terkira nikmatnya. Tidak semua wanita Allah takdirkan untuk menjadi seorang ibu. Hanya orang-orang terpilih, iya hanya orang-orang yang terpilihlah yang bisa menyandang predikat seorang ibu. Menjadi seorang ibu adalah suatu kebahagiaan.

Lihatlah, berapa banyak pasangan suami istri yang tidak Allah karunia cahaya mata dalam kehidupan mereka. Kehidupan mereka serasa sepi, tidak ada suara hingar-bingar anak-anak, tidak ada suara tangis anak-anak. Mereka berobat ke mana-mana dan berusaha sungguh-sungguh untuk mendapatkan anak yang mereka harapkan menghiasi kehidupan mereka, anak yang mereka harapkan mendoakan mereka nanti ketika mereka sudah tiada.

Namun menjadi ibu juga bukanlah sesuatu yang mudah tanpa ujian dan cobaan. Berapa banyak kita rasakan kesedihan atau perasaan kesal yang membuat seorang ibu merajuk dipojokan tempat tidur gara-gara kecapekan menurus si kecil yang habis ngompol atau PUP dimana-mana, mainan tersebar di sana sini sementara kakaknya nangis-nangis minta diberi makan.

Dan kita juga sering melihat seorang ibu yang jalan kepayahan dan keletihan karena harus menggendong si kecil dan menggandeng si kakak sementara perutnya mulai membesar karena ada buah hati yang sedang tidur nyenyak di dalamnya.

Dan kita juga pasti merasakan ketika sedang mau BAB ke belakang dengan diiringi tangisan bayi yang cetar membahana dan dikuntiti kakaknya yang gedor-gedor pintu tidak mau ditinggal. Bahkan, kita juga mungkin sering merasakan terpaksa bawa anak ke WC karena suara tangis mereka yang tidak bisa dihentikan dengan teriakan “tunggu,,,tunggu,,,” dari dalam WC. Haha,,,di bagian ini sepertinya saya harus tertawa sendiri.

Dan kita juga pasti merasakan menjadi ibu yang lebih hebat melebihi guru pencak silat yang  menyiapkan makan, mencuci baju, mengemas rumah, menyetrika, memandikan tiga, empat atau lima anak yang kecil-kecil bahkan sambil jualan online dalam satu waktu.

Tidak jarang kita merasakan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya. Dari berantakan...rapi....tidak lama, berantakan lagi. Dari kotor....bersih....tidak lama kotor lagi. Anak-anak, suami, dapur, rumah dan seterusnya...dan seterusnya....

Mungkin ada di antara kita yang saat ini merasa menjadi wanita yang paling menderita dan paling kepayahan di muka bumi ini. Seribu sesal mungkin mengapa sampai bisa punya anak kecil-kecil dan sangat berdekatan usianya seperti itu. Namun sebenarnya, bisa jadi justru Allah menghendaki kita untuk mendapatkan kebaikan dan kekuatan melebihi wanita yang lainnya di kemudian hari.

Kalian kelak akan menuai hasil yang kita tanam hari ini insyaallah, berupa banyaknya anak yang akan mendoakan kita, membantu urusan-urusan kita, menyayangi dan memperhatikan  kita, dan menemani kesunyian kita di kala mulai menua. Semakin banyak anak yang bisa kita didik maka akan semakin banyak pula kebaikan yang akan kita dapatkan..

Jd bangunlah! Hapus air mata ! Hadapkan wajah ke depan! Buang semua sesal dan kesedihan! Jadilah...wanita yang tangguh dan kuat untuk bisa menciptakan anak-anak yang tangguh dan kuat pula...insyaallah.

Jadi, untukmu wahai para ibu..... Selamat  saya ucapkan dengan semua kelelahan urusan rumah tangga kita. Semoga salam Allah dan para malaikat untukmu dan surga balasan tertinggimu. Aamiin…..

Penulis Opini: 
Herlin