Senin, 19 November 2012, 12:08
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SAMBASJl. Pembangunan No.86 Sambas Telp (0562) 392392e-mail : kabsambas@kemenag.go.id

VISI DAN MISI KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SAMBAS

Visi :“Menetapkan Masyarakat Kab. Sambas yang Religius, Cerdas, Sejahtera dan Berakhlaqul Karimah”

Misi :1. Menetapkan kepemerintahan yang baik2. Meningkatkan sarana dan prasarana aparatur Negara3. Meningkatkan pelayanan kehidupan beragma4. Meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan dan pengembangan nilai – nilai keagmaan5. Meningkatkan kerukunan ummat beragama6. Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan

A. SEJARAH KABUPATEN SAMBASSejarah tentang asal usul kerajaan Sambas tidak bisa terlepas dari Kerajaan di Brunei Darussalam. Antara kedua kerajaan ini mempunyai kaitan persaudaraan yang sangat erat.Pada jaman dahulu, di Negeri Brunei Darussalam, bertahtalah seorang Raja yang bergelar Sri Paduka Sultan Muhammad. Setelah beliau wafat, tahta kerajaan diserahkan kepada anak cucunya secara turun temurun. Sampailah pada keturunan yang kesembilan yaitu Sultan AbdulDjalil Akbar. Beliau mempunyai putra yang bernama sultan Raja Tengah. Raja tengah inilah yang telah datang ke Kerajaan Tanjungpura (Sukadana).

Karena prilaku dan tata kramanya sesuai dengan keadaan sekitarnya, beliau disegani bahkan Raja Tanjungpura rela mengawinkan dengan anaknya bernama ratu Surya. Dari perkawinan ini terlahirlah Raden Sulaiman. Saat itu di Sambas memerintah seorang ratu keturunan Majapahit (Hinduisme) bernama Ratu Sepudak dengan pusat pemerintahannya di Kota Lama kecamatan Telok keramat skt 36 Km dari Kota Sambas. Baginda Ratu Sepudak dikaruniai dua orang putri. Yang sulung dikawinkan dengan kemenakan Ratu Sepudak bernama raden Prabu Kencana dan ditetapkan menjadi penggantinya.

Ketika Ratu Sepudak memerintah, tibalah raja Tengah beserta rombongannya di Sambas. Kemudian banyak rakyat menjadi pengikutnya dan memeluk agama Islam. Tak berapa lama, Ratu Sepudak wafat. Menantunya Raden Prabu Kencana naik tahtadan memerintah dengan gelar Ratu Anom Kesuma Yuda. Pada peristiwa bersamaan putri kedua Ratu Sepudak yang bernama Mas Ayu Bungsu kawin dengan Raden Sulaiman (Putera sulung Raja Tengah. Perkawinan ini dikaruniai seorang putera bernama Raden Boma. Dalam pemerintahan Ratu Anom Kesuma Yuda, diangkatlah pembantu-pembantu Administrasi kerajaan. Adik kandungnya bernama Pangeran Mangkurat ditunjuk sebagai Wazir Utama. Bertugas khusus mengurus perbendaharaan raja, terkadang juga mewakili raja.

Raden Sulaiman ditunjuk menjadi Wazir kedua yang khusus mengurus dalam dan luar negeri dan dibantu menteri-menteri dan petinggi lainnya. Rakyat lebih menghargai Raden Sulaiman daripada Pangeran Mangkurat, hingga menimbulkan rasa iri dihati Pangeran Mangkurat. suatu ketika tangan kanan Raden Sulaiman bernama Kyai Satia Bakti dibunuh pengikut Pangeran Mangkurat. setelah dilaporkan kepada raja, ternyata tak ada tindakan positif, suasana makin keruh. Raden Sulaiaman mengambil kebijaksanaan meninggalkan pusat kerajaan, menuju daerah baru dan mendirikan sebuah kota dengan nama Kota bangun. Jumlah pengikutnyapun makin banyak. Hal ini telah mengajak Petinggi Nagur, Bantilan dan Segerunding mengusulkan untuk berunding dengan Ratu Anom Kesuma Yuda. Hasil mufakat keduanya meninggalkan kota lama. Raden Sulaiman menuju kota Bandir dan Ratu Anom Kesuma Yuda berangkat menuju sungai Selakau. Kemudian agak ke hulu dan mendirikan kota dengan ibukota pemerintahannya diberi nama Kota Balai Pinang.

Meninggalnya Ratu Anom Kesuma Yuda dan Pangeran Mangkurat, putera Ratu Anom yang bernama Raden Bekut diangkat menjadi raja dengan gelar Panembahan Kota Balai. Beliau beristrikan Mas Ayu Krontiko, puteri Pangeran Mangkurat. Raden Mas Dungun putera raden Bekut adalah Panembahan terakhir Kota Balai. Kerajaan ini berakhir karena utusan Raden Sulaiman menjemput mereka kembali ke Sambas. Kurang lebih 3 tahun kemudian berdiam di Kota Bandir, atas hasil mufakat, berpindahlah mereka dan mendirikan pusat pemerintahannya di Lubuk Madung, pada persimpangan tiga sungai : sungai Sambas Kecil, Sungai Subah dan Sungai Teberau. Kota ini juga disebut orang “ Muara Ulakan”. Kemudian keraton kerajaan dibangun dan hingga kini masih berdiri megah.

Di tempat inilah raden sulaiman dinobatkan menjadi Sultan Pertama di kerajaan Sambas dengan gelar Sultan Muhammad Syafeiuddin I. Saudara-saudaranya, Raden Badaruddin digelar pangeran Bendahara Sri Maharaja dan Raden Abdul Wahab di gelar Pangeran Tumenggung Jaya Kesuma. Raden Bima (anak Raden Sulaiman) ke Sukadana dan kawin dengan puteri raja Tanjungpura bernama Puteri Indra Kesuma (adik bungsu Sultan Zainuddin) dan dikaruniai seorang putera diberinama Raden Meliau, nama yang terambil dari nama sungai di Sukadana. Setahun kemudian merka pamit ke hadapan Sultan Zaiuddin untuk pulang ke Sambas, oleh Raden Sulaiman dititahkan berangkat ke Negeri Brunai untuk menemui kaum keluarga. Sekembalinya dari Brunai, Raden Bima dinobatkan menjadi Sultan dengan gelar Sultan Muhammad Tadjuddin. Bersamaan dengan itu, Raden Akhmad putera Raden Abdu Wahab dilantik menjadi Pangeran Bendahara Sri Maharaja. Wafatnya Sultan Muhammad Tadjuddin, pemerintahan dilanjutkan Puteranya Raden Meliau dengan gelar Sultan Umar Akamuddin I.Berkat bantuan permaisurinya bernama Utin Kemala bergelar Ratu Adil, pemerintahan berjalan lancar dan adil. Inilah sebabnya dalam sejarah Sambas terkenal dengan sebutan Marhum Adil, Utin Kemala adalah puteri dari pangeran Dipa (seorang bangsawan kerajaan Landak) dengan Raden Ratna Dewi (puteri Sultan Muhammad Syafeiuddin I).

Wafatnya Sultan Umar Akamuddin I, Puteranya Raden Bungsu naik tahta dengan gelar Sultan Abubakar Kamaluddin. Kemudian diganti oleh Abubakar Tadjuddin I. Berganti pula dengan Raden Pasu yang lebih terkenal dengan nama Pangeran Anom. Setelah naik tahta beliau bergelar Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin I. Sebagai wakilnya diangkatlah Sultan Usman Kamaluddin dan Sultan Umar Akamuddin III. Pangeran Anom dicatat sebagai tokoh yang sukar dicari tandingannya, penumpas perampok lanun. Setelah memerintah kira-kira 13 tahun (1828), Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin I wafat. Puteranya Raden Ishak (Pangeran Ratu Nata Kesuma)baru berumur 6 tahun. Karena itu roda pemerintahan diwakilikan kepada Sultan Usman Kamaluddin.

Tanggal 11 Juli 1831, Sultan Usman Kamaluddin wafat, tahta kerajaan dilimpahkan kepada Sultan Umar Akamuddin III. Tanggal 5 Desember 1845 Sultan Umar Akamuddin III wafat, maka diangkatlah Putera Mahkota Raden Ishak dengan gelar Sultan Abu Bakar Tadjuddin II. Tanggal 17 Januari 1848 putera sulung beliau yang bernama Syafeiuddin ditetapkan sebagai putera Mahkota dengan gelar Pangeran Adipati. Tahun 1855 Sultan Abubakar Tadjuddin II diasingkan ke Jawa oleh pemerintah Belanda (Kembali ke Sambas tahun 1879). Maka sebagai wakil ditunjuklah Raden Toko’ (Pangeran Ratu Mangkunegara) dengan gelar Sultan Umar Kamaluddin. Pada tahun itu juga atas perintah Belanda, Pangeran Adipati diberangkatkan ke Jawa untuk study.

Tahun 1861 Pangeran Adipati pulang ke Sambas dan diangkat menjadi Sultan Muda. Baru pada tanggal 16 Agustus 1866 beliau diangkat menjadi Sultan dengan gelar sultan Muhammad Syafeiuddin II. Beliau mempunyai dua orang istri. Dari istri pertama (Ratu Anom Kesumaningrat) dikaruniai seorang putera bernama Raden Ahmad dan diangkat sebagai putera Mahkota. Dari istri kedua (Encik Nana) dikaruniai juga seorang putera bernama Muhammad Aryadiningrat. Sebelum manjabat sebagai raja, Putera Mahkota Raden Ahmad wafat mendahului ayahnya. Sebagai penggantinya ditunjuklah anaknya yaitu Muhammad Mulia Ibrahim. Pada saat Raden Ahmad wafat, Sultan Muhammad Syafeiuddin II telah berkuasa selama 56 tahun. Beliau merasa sudah lanjut usia, maka dinobatkan Raden Muhammad Aryadiningrat sebagai wakil raja dengan gelar Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin II.

Setelah memerintah kira-kira 4 tahun, beliau wafat. Roda pemerintahan diserahkan kepada Sultan Muhammad Mulia Ibrahim. Dan pada masa pemerintahan raja inilah, bangsa Jepang datang ke Sambas. Sultan Muhammad Mulia Ibrahim adalah salah seorang yang menjadi korban keganasan Jepang. Sejak saat itu berakhir pulalah kekuasaan Kerajaan Sambas. Sedangkan benda peninggalan Kerajaan Sambas antara lain tempat tidur raja, kaca hias, seperangkat alat untuk makan sirih, pakaian kebesaran raja, payung ubur-ubur, tombak canggah, meriam lele, 2 buah tempayan keramik dari negeri Cina dan kaca kristal dari negeri Belanda.

Arti Gambar dan Lambang

• Bintang Bersudut Lima Warna Emas adalah Dasar Falsafah Negara Pancasila, dimaksud bahwa Kabupaten Sambas merupakan bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.• Kelopak Bunga Kapas berjumlah 17 buah, berarti tanggal 17• Bunga Kapas berjumlah 8 buah, berarti bulan 8 (bulan Agustus)• Buah Padi berjumlah 45 buah, berarti tahun 1945.• Tangkai Padi dan Tangkai Kapas diikat menjadi satu oleh pita bersudut empat, mengandung arti CATUR KARSA, yakni :1. Kesungguhan2. Kejujuran3. Kegotong Royongan4. KekeluargaanDengan Catur Karsa ini dimaksudkan terlaksananya kesejahteraan yang merata persatuan dan kesatuan rakyat Kabupaten Sambas.

• Mandau dan Tombak, menggambarkan Pusaka dan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Sambas.• Padi dan Kapas melambangkan cukup pangan dan cukup sandang.• Tulisan “Sambas” menunjukkan Kabupaten Sambas adalah salah satu wilayah kabupaten dalam Propinsi Kalimantan Barat, yang merupakan satu Daerah Otonom.

B. SEJARAH KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SAMBAS

Sehubungan dengan telah terbentuknya Kantor Departemen Agama RI pada tanggal 3 Januari 1946, untuk pelayanan di bidang keagamaan di daerah Kabupaten Sambas di tunjuk M. Nauni Imran sebagai ketua Mahkamah Syariah Kabupaten Sambas, yaitu kegiatan nikah, cerai, thalaq dan rujuk serta pelayanan di bidang waris, wakaf dan hibah bagi ummat islam serta penetapan bulan Syawal dan 1 Ramadhan yang telah di tetapkan oleh Menteri Agama RI.Dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan dibidang keagamaan di Kabupaten Sambas, Mahkamah Syariah Kabupaten Sambas sebagai kepanjangan Departemen Agama Pusat di Daerah telah ditunjuk P3NCTR wilayah masing – masing yaitu :

No. Nama Kecamatan
1. H.D Hadari Sambas, Sejangkung dan Sekitarnya
2. H.M. Sanning Tebas dan Sekitarnya
3. H. Zuhdi Imran Pemangkat, Jawai dan Sekitarnya
4. Abdussamad Jabir Singkawang, Sei Raya dan Samalantan
5. H. Syafei Selakau dan Sekitarnya
6. H. Riva’ie Teluk Keramat dan Paloh
7. H. Mi’raj Jabir Bengkayang, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas

Selanjutnya pada taun 1956 dibentuk Dibentuk Departemen Agama Kab. Sambas dengan lokasi Kantor sebagai berikut :1. Tahun 1965 berlokasi di Jl. Bambang Ismoyo Singkawang2. Tahun 1970 pindah ke Jl. Gereja Singkawang3. Tahun 1980 pindah ke Jl. Alianyang Singkawang4. Sejalan dengan perpindahan Ibu Kota Kabupaten pada tanggal 6 Agustus 2001 berpindah ke Jl. Gusti Hamzah Sambas.5. Tanggal 3 Januari 2005 menempati gedung kantor baru di Jl. Pembangunan No. 86 Sambas

Nama – nama Pejabat Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas Tahun 1956 :

No. Nama Jabatan
1. H.M. Suud Ka Kandepag Kab. Sambas
2. H. Abdussamad Ka KUA Singkawang
3. H. Zuhdi Imran Ka KUA Kec. Pemangkat, Jawai
4. H.D. Hadari Ka KUA Kec. Sambas, Sejangkung
5. H. Syafei Selakau dan Sekitarnya
6. H. Riva’ie Ka KUA Kec. Teluk Keramat, Paloh
7. H. Mi’raj Jabir Bengkayang, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas

Susunan Stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 1962 – 1970 :
No. Nama Jabatan
1. H. Zuhdi Imran Ka Kandepag Kab. Sambas
2. Usman Abdullah Kasubag TU
3. A. Syukur Thahir, BA Kasi Urais
4. Kamal Syarifuddin Kasi Pendidikan
5. HB. Rasnie, BA Kasi Haji
6. Thomas Buntar Bimas Katolik
7. LK. Simorangkir Bimas Kristen

Susunan Stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 1970 – 1980 :
No. Nama Jabatan
1. Drs. H.A. Malik Ka Kandepag Kab. Sambas
2. Usman Abdullah Kasubag TU
3. A. Syukur Thahir, BA Kasi Urais
4. Basuni M. Mahlim, BA Kasi Pendidikan
5. HB. Rasnie, BA Kasi Haji
6. Paulus Lase Bimas Katolik
7. LK. Simorangkir Bimas Kristen

Susunan stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 1980 – 1990 :
No. Nama Jabatan
1. Drs. H.A. Rahim Dyar Ka Kandepag Kab. Sambas
2. Thamrin Sabri, BA Kasubag TU
3. Usman Abdullah Kasi Urais
4. A Syuku Thahir Djoni Kasi Penerangan
5. Sabirin H. Saman, BA Kasi Pendidikan
6. Basuni, H. M,BA Kasi Haji
7. Drs. Aloysius Sulimin Bimas Katolik
8. LK. Simorangkir Bimas Kristen

Susunan Stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 1990 – 1996 :
No. Nama Jabatan
1. Drs. M. Nasir Ka Kandepag Kab. Sambas
2. Usman Abdullah (1990-1995)Drs.H Makmun Badari (1995-1997) Kasubag TU
3. Tamrin Sabri, BA Kasi Urais
4. Hairi Syafei Kasi Penerangan
5. Drs. M. Malik Kasi Pendidikan
6. Laili Kasi Perguruan
7. Basuni H. M,BA Kasi Haji
8. Purnomo Bimas Katolik
9. Toyan Pakpahan Bimas Kristen

Susunan Stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 1996 – 2002 :
No. Nama Jabatan
1. Drs H. Dja’far D. Bide Ka Kandepag Kab. Sambas
2. Drs. H. Makmun Badari (1996-1999)Chuldi M. Idrus (1999-2001) Kasubag TU
3. Thamrin Sabri, BA (1990-1998)Hairi Syafei (1998-2000)H. Syafawi Zaenuddin (2000-2002) Kasi Urais
4. Hairi Syafei H.M, Asmar (1998-2002) Kasi Penerangan
5. Drs. H. Makmun Badari (1995-1996)H. Mastur Matudin, S.Ag (1996-1998) Kasi Pendidikan
6. Laili (1991-1998)Drs. H. Makmun Badari (1998-2000)Asyari H Makmun (2000-…) Kasi Perguruan
7. Basuni H. M,BABasuni H. M, BAH. Djomi (1997-1999)Drs. H. Jawani (1999-2002) Kasi Haji
8. Aloysius Sunrima (1996-2000)Drs. Andreas Andeh (2000-2002) Bimas Katolik
9. Toyan Pakpahan (1991-1997)Drs. Kalvin (1997-2002)Jipin, S.Th (2002-…..) Bimas Kristen

Susunan Stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 2002 – 2005 :

No. Nama Jabatan
1. Drs. H. Jawani Ka Kandepag Kab. Sambas
2. H. Syafawi Zaenuddin Kasubag TU
3. H.Syafawi ZainuddinH.M Asmar Kasi Urais
4. Hj. Farida HS, A.MdAzhar Bakrin Kasi Penamas
5. H. Asya’air H. Makmun Kasi Mapenda
6. M. Natsir Kasi Pekapontren
7. H. Ralif Ilham Kasi Haji
8. Azhar BakrinAzhari, S.Ag Penyelenggara Zakat Wakaf
9. Yosef Adi Bimas Katolik
10. Jipin Bimas Kristen

Susunan Stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 2005 – 2010 :
No. Nama Jabatan
1. H. Hairi Syafei Ka Kandepag Kab. Sambas
2. H. Syafawi Zaenuddin (2002-2009)Izami, S.Pd. MM (2009-…) Kasubag TU
3. H. M Asmar, S.Pd.I Kasi Urais
4. Nuriahman, SE, M.Ag Kasi Penamas
5. Izami, S.Pd.MM (2007-2008)H.M. Asmar, S.Pd.I (2009-…) Kasi Mapenda
6. Hj. Farida, HS, A.Md Kasi Pekapontren
7. H. Syafawi Zaenuddin Kasi Haji
8. MursalinNuriahman, SE, M.AgH. Satono, S.Sos.I Penyelenggara Zakat Wakaf
9. Yosef Adi Bimas Katolik
10. Jipin, S.Th Bimas Kristen

Susunan Stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 2011-2012 :
No. Nama Jabatan
1. H. Mahmudi, S.Ag Ka Kandepag Kab. Sambas
2. Izami, S.Pd. MM Kasubag TU
3. H. Ralif Ilham Kasi Urais
4. Hamzah, S. Pd.I Kasi Penamas
5. H.M. Asmar, S.Pd.I Kasi Mapenda
6. Nuriahman, SE, M.Ag Kasi Pekapontren
7. H. Satono, S.Sos.I Kasi Haji
8. Zulkarnain, SE Penyelenggara Zakat Wakaf
9. Yosef Adi Bimas Katolik
10. Jipin, S.Th Bimas Kristen

Susunan Stuktur Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tahun 2012 :
No. Nama Jabatan
1. H. Mahmudi, S.Ag Ka Kandepag Kab. Sambas
2. Sipni, S. Pd. I, M. Pd Kasubag TU
3. Drs. H. Karlan Kasi Urais
4. Hamzah, S. Pd.I Kasi Penamas
5. Husban, S. Pd. I, M. Pd Kasi Mapenda
6. H. Izami, S. Pd. MM Kasi Pekapontren
7. H. Nuriahman, SE, M. Ag Kasi Haji dan Umrah
8. Zulkarnain, SE Penyelenggara Zakat Wakaf
9. Yosef Adi Bimas Katolik
10. Jipin, S.Th Bimas Kristen

Sesuai dengan KMA RI Nomor 373 Tahun 2002 Tentang Organisasi dan tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Struktur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas termasuk ke dalam tipologi I C, dengan struktur organisasi sebagai berikut:

STAFF KAMIKantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas memiliki pegawai sebanyak 35 orang yang terdiri dari :1. Kepala Kantor2. Sub. Bag Tata Usaha sebanyak 10 orang3. Urais sebanyak 4 orang4. Mapenda sebanyak 4 orang5. Pekapontren sebanyak 2 orang6. Penamas sebanyak 3 orang7. Penyelenggara Haji dan Umrah sebanyak 5 orang8. Penyelenggara Zakat dan Wakaf sebanyak 2 orang9. Penyelenggara Bimas Kristen sebanyak 2 orang10. Penyelenggara Bimas Katolik sebanyak 2 orang

ALAMAT KAMIKantor kementerian agama kabupaten sambasJl. Pembangunan No. 86 SAMBAS 79462Telp : (0562) 392634Fax : (0562) 392634e-mail : kabsambas@kemenag.go.id

DAFTAR ALAMAT UNIT KERJA

No. Unit Kerja Alamat Email Web
1. KUA Kec. Sambas Jl. Gusti Hamzah No.197 Sambas
2. KUA Kec. Teluk Keramat Jl. Pancasila No.12A Sekura
3. KUA Kec. Jawai Jl. Stadion No.83 Sentebang
4. KUA Kec. Tebas Jl. Pembangunan No.40 Tebas
5. KUA Kec. Pemangkat Jl. Pelabuhan No.02 Pemangkat
6. KUA Kec. Sejangkung Jl. H.M. Syar’ie H. Dahlan Sejangkung
7. KUA Kec. Selakau Jl. Raya Selakau No.76 Selakau
8. KUA Kec. Paloh Jl. Raya Liku Paloh
9. KUA Kec. Sajingan Besar Jl. Merdeka No.02 Kalia’u
10. KUA Kec. Subah Jl. Raya Subah
11. KUA Kec. Galing Jl. Tanjung Pura No.02 Galing
12. KUA Kec. Tekarang Jl. Raya Tekarang No.01
13. KUA Kec. Semparuk Jl. Bahagia No.09 Semparuk
14. KUA Kec. Sebawi Jl. Raya Sebawi
15. KUA Kec. Sajad Ds. Tengguli Sajad
16. KUA Kec. Jawai Selatan Jl. Pelabuhan No.08 Desa Jelu Air
17. KUA Kec. Tangaran Ds. Simpang Empat Tangaran
18. MAN Sambas Jl. Sejangkung
19. MTs. N Pemangkat Jl. Pembangunan pemangkat Website
20. MTs. N Semparuk Desa Semparuk Website
21. MTs. N Bakau Jl. Raya Bakau
22. MTs. N Jawai Desa Sarang Burung Danau Website
23. MIN Pemangkat Desa Penjajap Website
24. MIN Sebebal Desa Sebebal
25. MIN Sekuduk Desa Sekuduk

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.148293 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 776229
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.