Senin, 19 November 2012
Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA SINGKAWANGAlamat: Jalan Alianyang Nomor 05 SingkawangTelepon/ Fax: (0562) 631010E-Mail : kotasingkawang@kemenag.go.id

A. VISI DAN MISI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA SINGKAWANG

Visi MEWUJUTKAN MASYARAKAT KOTA SINGKAWANG RUKUN, CERDAS, SEJAHTRA DAN BERKUALITAS DALAM BERAGAMA.

Misi

  • MENINGKATKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
  • MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA DAN KEAGAMAAN
  • MENINGKATKAN PELAYANAN UMAT BERAGAMA DAN HAJI
  • MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN LEMBAGA KEAGAMAAN
  • MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN AJARAN AGAMA

 

SEJARAH KOTA SINGKAWANG

Asal-Usul Nama Unik SingkawangPenamaan kota ini muncul dalam beberapa versi menurut bahasa. Dalam versi bahasa Melayu, dikatakan bahwa nama Singkawang diambil dari nama tanaman ‘Tengkawang’ yang terdapat di wilayah hutan tropis. Sedangkan menurut versi bahasa Cina atau Tionghua (dari suku Khek/ Hakka), Singkawang berasal dari kosa kata ‘San Kew Jong’ yang secara harfiah berarti Gunung Mulut Lautan. Penamaan ini tidak berlebihan. Karena sebelah barat kota Singkawang berbatasan dengan laut Natuna, sebelah selatan dan timur kota Singkawang berbatasan dengan Gunung Roban, Pasi, Raya, dan Gunung Poteng, sedangkan di tengah-tengah kota Singkawang terdapat sungai yang mengalir dari pegunungan tersebut dan bermuara ke laut Natuna.

Sejarah Kota SingkawangTerdapat beberapa versi tentang sejarah kota Singkawang. Diantaranya, menurut kisah rakyat yang pernah beredar di Singkawang, kota ini didirikan oleh 7 opsir anggota pasukan Kubilai Khan. Pasukan yang dipimpin oleh 3 jenderal itu (I-heh Mishih, Shihpi, dan Kau Hsing) dikirim oleh kaisar untuk menghukum “raja Jawa†yang pernah menghina utusan kaisar. Raja Jawa yang dimaksud adalah Sri Kertanegara, raja Singasari. Akan terapi pasukan Cina itu berhasil diperdayai oleh Sri Wijaya (pendiri kerajaan Majapahit). Sehingga pada tanggal 31 Mei 1293 seluruh pasukan Cina itu tergopoh-gopoh meninggalkan Jawa. Dalam pelayaran kembali ke daratan Cina itulah, dalam keadaan kelelahan, kapal mereka diserang badai. Mereka terpaksa mendarat di pantai barat Kalimantan untuk memperbaiki kapal. Pada waktu berlayar kembali, 7 orang opsir temyata tidak terbawa serta. Ketujuh opsir itu kemudian hidup menetap di Singkawang dan menikah dengan gadis-gadis setempat.

Dari catatan sejarah yang lain, menyatakan bahwa Singkawang mulai dikenal oleh orang Eropa sejak tahun 1834 yang tercantum dalam buku tulisan George Windsor Earl berjudul “The Eastern Seas†yang menyebut nama kota ini dengan kata ‘SINKAWAN’. Pada masa itu Singkawang lebih dikenal sebagai daerah koloni Tiongkok dimasa kongsi-kongsi penambang emas berkuasa dengan Monterado sebagai pusat kekuasaan para penambang tersebut (dalam tulisan sejarah Sambas, pimpinan mereka disebut “Kung She†yang memiliki kuasa penuh terhadap kebijakan suatu Kongsi). Catatan lainnya juga didapat dari salah satu tulisan G.F De Bruijn yang termuat dalam De Volken Van Nederlandsch Indie (1920) berjudul “De Maleiers†yang terjemahannya berbunyi: “... beberapa puluh mil disebelah selatan kerajaan (Sambas) dibangun sebuah kota yang dimaksud sebagai kota pemerintahan (Belanda)â€.

Pada masa lalu, Singkawang merupakan sebuah desa bagian dari wilayah Kerajaan Sambas, namun pusat kekuasaannya dan pusat kegiatan belum sampai menjamah Singkawang. Hal ini disebabkan masih dominannya kuasa ekonomi di tangan kongsi-kongsi Monterado. Sebaliknya kekuasaan raja-raja Sambas masih mampu mengatasi berbagai pemberontakan termasuk bantuan yang diberikan Kompeni Belanda dengan mengirimkan Overste Zorg, namun dengan berbagai kejadian itu Kerajaan Sambas merasa belum perlu memanfaatkan Singkawang terutama pelabuhannya karena Sambas sendiri memiliki pelabuhan yang cukup baik dan memenuhi syarat pada masa itu.

Desa Singkawang ini merupakan tempat singgah para pedagang dan penambang emas dari Monterado. Para penambang dan pedagang yang kebanyakan berasal dari negeri China, sebelum mereka menuju Monterado terlebih dahulu beristirahat di Singkawang, sedangkan para penambang emas di Monterado yang sudah lama sering beristirahat di Singkawang untuk melepas kepenatannya, dan Singkawang juga sebagai tempat transit pengangkutan hasil tambang emas (serbuk emas). Melihat perkembangan Singkawang yang dinilai oleh mereka yang cukup menjanjikan, sehingga antara penambang tersebut beralih profesi ada yang menjadi petani dan pedagang di Singkawang yang pada akhirnya para penambang tersebut tinggal dan menetap di Singkawang.Seiring kekuasaan yang masih dipegang penuh oleh Kerajaan Sambas, Belanda juga mulai melirik daerah-daerah di luar Jawa termasuk Singkawang. Maka pada tahun 1891 segera dibuka jalur pelayaran pantai terutama yang berdekatan dengan Singapura yang ketika itu merupakan poort (gerbang) keluar masuknya kapal-kapal, terutama setelah dibukanya terusan Suez dan di Singkawang dibangun pelabuhan lengkap dengan cabang (agent) KPM (Konijnlijk Peketvaart Maatschappij), demikian pula pendukung modal asing (Belanda) yang diberikan kesempatan beroperasi, yakni Perusahaan Listrik ANIEM (Algemene Nederlands Indiesche Elecktriesche Maatschaappij). Belanda juga membangun jalan-jalan darat ditahun 1912, meliputi jalur Pemangkat, Singkawang, Bengkayang yang dikenal dengan Mendareng.

Sebuah peraturan Pemerintah Hindia Belanda yang termuat dalam Staatsblad tahun 1938 nomor 352 yang dekeluarkan oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda yang mengatur bahwa Borneo ditetapkan sebagai wilayah administratif dengan ibukota terletak di Banjarmasin. Wilayah administratif Borneo (Kalimantan) ini dibagi dalam dua keresidenan yaitu Keresidenan Borneo bagian Selatan dan Timur. Residensi Kalimantan bagian Barat dengan ibukota Pontianak. Pada saat itu Singkawang merupakan sebuah kewedanaan disamping kewedanaan Pemangkat dan Bengkayang.

Sejarah Pembentukan Pemerintah Kota SingkawangKota Singkawang semula merupakan bagian dan ibukota dari wilayah Kabupaten Sambas (UU. Nomor : 27 Tahun 1959) dengan status Kecamatan Singkawang, dan pada tahun 1981 Kota ini menjadi Kota Administratif Singkawang (PP Nomor 49 Tahun 1981), Kota ini juga pernah diusulkan menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang yaitu melalui usul pemekaran Kabupaten Sambas menjadi 3 (tiga) daerah Otonom. Namun Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang belum direalisir oleh Pemerintah Pusat, waktu itu hanya Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang yang disetujui, sehingga wilayah Kota Administratif Singkawang menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang (UU Nomor : 10 Tahun 1999), sekaligus menetapkan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas beribukota di Sambas.

Kondisi tersebut tidaklah membuat surut masyarakat Singkawang untuk memperjuangkan Singkawang menjadi Daerah otonom, aspirasi masyarakat terus berlanjut dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas dan semua elemen masyarakat Seperti : KPS, GPPKS, Kekertis, Gemmas, Tim Sukses, LKMD, Para RT serta organisasi lainnya. Melewati jalan panjang melalui penelitian dan pengkajian terus dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat maupun Tim Pemekaran Kabupaten sambas yang dibentuk dengan Surat Keputusan Bersama antara Bupati Sambas dan Bupati Bengkayang No. 257 Tahun 1999 dan No. 1a Tahun 1999 tanggal 28 September 1999, serta pengakjian dari Tim CRAIS, Badan Petimbangan Otonomi Daerah. Akhirnya Singkawang terwujud menjadi Daerah Otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Singkawang, diresmikan pada tanggal 17 Oktober 2001 di Jakarta oleh Menteri Dalam Negeri dan otonomi Daerah atas nama Presiden Republik Indonesia.

STRUKTUR ORGANISASIKANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA SINGKAWANG

 

NoNamaJabatan
1Drs. H. JawaniKepala Kankemenag Kota Singkawang
2Drs. H. Arnadi M. PdKasubbag Tata Usaha
3H. Azhari, S.Ag. M.Si Kasi Kependais dan Pemberdayaan Masjid
4Drs. H. Mukhlis, M. PdKasi Bimas Islam
5Suyitno, S.AgKasi Bimas Buddha
6Drs. MarholaKasi Urais dan Penyelenggaraan Haji & Umrah
7Mus Muthalib, S. HIKepala KUA Singkawang Utara
8Reno Hidayat, S. AgKepala KUA Singkawang Selatan
9H. ABD Muthalib, S. Pd. IKepala KUA Singkawang Tengah
10Beny Arifin, S.AgKepala KUA Singkawang Barat
11H. Nurirwanto,S.AgKepala KUA Singkawang Timur
12Ersan, S.Pd, M.PdKepala MAN MODEL Singkawang
13Abu Sahab S. Pd. Kepala MTSN Singkawang
14Ajat Suderajat, S.AgKepala MIN Sedau

DAFTAR ALAMAT UNIT KERJA

NoUnit KerjaAlamatWebE-Mail
1 Kepala KUA Singkawang Barat      
2 Kepala KUA Singkawang Timur      
3 Kepala KUA Singkawang Utara      
4 Kepala KUA Singkawang Selatan      
5 Kepala KUA Singkawang Tengah      
6 Kepala MAN MODEL Singkawang   Website  
7 Kepala MTSN Singkawang   Website  
8 Kepala MIN Singkawang      
FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.054490 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 650041
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.