Rabu, 16 Agustus 2006, 11:00 –
KELUARGA SAKINAH, BUKTI EKSIS PERTAHANKAN KETELADANAN

Jakarta, 16/8 (Pinmas) – Pemilihan keluarga “Sakinah Teladan”, dan “Rakernas Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) memiliki peran penting dalam memberikan motivasi dan mengangkat moril seluruh keluarga Indonesia.

Sedangkan pemilihan KUA “Kecamatan Percontohan” menurut Dirjen Bimas Islam, Departemen Agama RI, Prof Dr Nasaruddin Umar MA mendorong kinerja aparatur pemerintah khususnya Depag dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.Hal itu dikemukakan oleh Dirjen Bimas Islam dalam pengarahannya pada acara pembukaan Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan, Kepala KUA Kecamatan Percontohan dan Rakernas BP4 di Jakarta.Di hadapan perutusan yang berasal dari seluruh Indonesia yang berhasil membawa mereka ke tingkat nasional di Jakarta, lebih jauh dikatakannya, kegiatan ini patut disambut gembira karena dilaksanakan di tengah tantangan besar budaya asing yang tidak selaras dengan nilai – nilai luhur bangsa namun masih terdapat keluarga yang tetap esksis mempertahakan keteladaan di dalam pergaulan masyarakat. Sayang, kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan dalam suasa bangsa sedang dilanda duka akibat bencana alam yang susul menyusul. Menurutnya, terciptanya keluarga sakinah di tiap keluarga menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat menyusul ditetapkannya pembentukan keluarga sakinah sebagai Gerakan Nasional.KE 111 DARI 177Pada bagian lain dari pengarahannya Dirjen Bimas Islam ini merasa perlu memaparkan data Index Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang termasuk kategori rendah dan bertengger pada peringkat ke 111 dari 177 negara. Disebutkannya pula bahwa jumlah penduduk miskin negeri ini mencapai 40 juta, sedangkan besarnya keluarga sakinah sebanyak 15 juta. “Tentu ini sebuah persoalan besar yang memerlukan perhatian serius dan harus dihadapi. Kasrena hal itu berhubungan erat dengan upaya pengentasan kemiskinan baik moril maupun materil” katanya lagi. Oleh sebab  itu menurutnya, pembinaan keluarga sakinah memerlukan keterlibatan secara aktif seluruh masyarakat bersama pemerintah.KONSISTEN BERANTAS KKN Menyinggung masaalah KUA kecamatan yang menjadi “ujung tombak Departemen Agama menurutnya keteladaan KUA kecamatan yang tampil menjadi KUA percontohan akan memberikan pengaruh yang tidak kecil bagi setiap pasangan mempelai yang akan melangsungkan perkawinan.Namun disisi lain melalui KUA diharapkan masyarakat tidak saja mendapatkan bimbingan berupa nasihat dalam mengarungi bahtera rumah tangga tetapi juga akan memperoleh contoh nyata dalam aspek kejujuran, ketertiban, transparansi dan lainnya dalam  meningkatkan efisiensi, tranfaransi dan akuntabilitas menyusul instruksi Menag dalam upaya mengikis habis KKN di lingkungan Depag.“Menag telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh Kakanwil Depag se Indonesia untuk tidak memungut biaya tambahan selain yang diatur dalam Peraturan Pemerintah, membebaskan biaya bagi yang tidak mampu, mengumumkan tarif dan standar pelayanan” tegas pejabat teras Depag yang menduduki jabatan eselon I Depag setelah institusi ini dipisah dengan lembaga yang mengurusi masalah perhajian yang dulu dikenal dengan nama Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji. “Kekonsistenan pemeberantasan KKN ini hendaknya ditampilkan juga oleh jajaran KUA yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” pintanya.TETAP EKSISKhusus untuk BP4 menurutnya kegiatan yang diselenggarakan dalam rfangkaian memperingati HUT Kemerdekaan RI ini dimaksudkan untuk mendorong peran serta masyarakat dan optimalisasi BP4.  Dirjen mengakui, Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) yang menjadi mitra Depag sejak tahun 1960 dalam memberikan bimbingan dan konseling bagi rumah tangga yang mengalami permasalahan tidak didukung oleh dana yang memadai. Namun eksistensi lembaga ini hingga kini masih tetap ada karena dibutuhkan oleh masyarakat.“Semoga dalam rakernas BP4 2006 ini menghasilkan langkah langkah konkrit dalam mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembentukan keluarga sakinah”, harapnya.Lomba ini sendiri diikuti oleh 64 Keluarga “Sakinah Teladan” seluruh Indonesia, Mereka adalah “pasangan” hasil seleksi mulai kecamatan, kabupaten/kota, hingga propinsi sebelum sampai ke tingkat nasional di Jakarta. Pemahaman dan pengamalan ajaran agama, penghayatan pengamalan kehidupan berbangsa dan perkawinan serta rumah tangga menjadi penentu penilaian sebelum bertolak ke Jakarta.  Sedangkan ke 32 Kepala KUA Percontohan dinilai dari aspek pelayanan kepemimpinan, organisasi, qiraatul kitab dan profil mereka. (thamrin/Ba)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 1.143840 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.54
Jumlah pengunjung: 799138
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.