Jumat, 1 Februari 2013 –
Dra. Hj. Sangadah Sampaikan Hikmah Maulid Nabi di Rasau Jaya

Kasubbag Informasi & Humas Kanwil Kementerian Agama Prov.Kalbar, Dra. Hj. Sangadah yang juga Ketua BKMT Prov. Kalbar menyampaikan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan Safari Maulid Pemda Kab. Kubu Raya yang bertempat di wilayah kecamatan Rasau Jaya, Kamis 31 Januari 2013.Dra. Hj. Sangadah menyampaikan tausyiyahnya tersebut pada dua tempat sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan oleh Pemda Kubu Raya. Pertama bertempat di masjid baiturrahim desa Rasau Jaya Umum yang dilaksanakan selepas Asyar sampai menjelang sholat maghrib. Dan yang kedua bertempat di Masjid Al-Hidayah desa Rasau Jaya Dua yang dilaksanakan ba’da sholat isya’ sampai selesai.Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kubu Raya H.Muda Mahendrawan,SH beserta istri, Suprapto selaku anggota DPRD Kubu Raya dapil Rasau Jaya, Asisten II, beberapa kepala SKPD, Camat Rasau Jaya, Kepala KUA, kepala UPT dinas Pendidikan dan kepala instansi yang ada di kecamatan Rasau Jaya, tokoh masyarakat serta masyarakat Rasau Jaya.Acara dimulai dengan pidato 2 bahasa, pembacaan ayat suci Alqur`an, sambutan dari tokoh masyarakat Rasau Jaya dan dilanjutkan dengan sambutan Bupati Kubu Raya. Kemuadian sampai pada acara puncak yaitu hikmah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW disampaikan oleh Dra. Hj. Sangadah , Kasubbag Informasi & Humas Kanwil Kementerian Agama Prov.Kalbar.Muqaddimah tausiyah Dra. Hj. Sangadah yaitu dengan menerangkan bahwa Rosulullah mewariskan tiga perkara, yaitu Al-qur’an, Al-hadist dan ulama’. Maka dari itu, kalau kita ingin selamat di dunia dan dan akhirat, maka kita harus mengamalkan Al-qur’an dan alhadist, serta menghormati ulama’. Selain itu Dra. Sangadah juga menerangkan beberapa keteladanan yang ada pada diri Rasulullah. Beliau juga mebacakan satu hadist yang bersumber dari Aisyah RA, bahwa disaat Aisyah ditanya tentang Akhlaq Rasulullah, maka Aisyah menjawab bahwa “Khuluquhul Qur’an”, akhlaq Rasulullah adalah Al-qur’an.Dra. Sangadah mengatakan , diantara beberapa hal yang perlu kita teladani selaku ummat Muhammad SAW, antara lain bahwa Nabi Muhammad SAW mempunyai kebiasaan baik yaitu; Pertama, Rasulullah tidak pernah meninggalkan sholat sunnah witir. Sholat witir ini senantiasa beliau lakukan setiap malam selama hidup beliau, maka selaku ummat Muhammad kita harus berusaha menjalankan sholat sunnah ini, terang Dra. Sa’adah.Kedua, Rasulullah tidak pernah meninggalkan siwak sebelum sholat. Pada kesempatan itu Dra. Sangadah menerangkan satu hadist yang b erkaitan dengan siwak/sikat gigi ini yang artinya; “Seandainya tidak memberatkan pada ummatku, sungguh aku akan perintahkan pada mereka untuk bersiwak/sikat gigi pada setiap akan melakukan sholat.Ketiga, Rasulullah senantiasa menggunakan pakaian terbaik disaat beliau akan melaksanakan sholat. Mengapa Rasulullah melakukan hal demikian, karena sebagaimana diterangkan oleh Dra. Sangadah bahwa Rasulullah melakukan demikian itu karena Rasulullah mengamalkan satu ayat al-qur’an yang berbunyi “Khuduu Ziinatakum Nginda Kulli Masjidin”, ambilallah / pakailah perhiasan/pakaian terindahmu pada setiap memasuki masjid. Keempat; Rasulullah selalu melaksanakan sholat sunnah dhuha. Kata Dra. Sangadah bahwa Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari disaat matahari sudah agak condong ke barat. Sholat ini boleh dilakukan dengan 2 raka’at saja, atau 4, atau 6, atau 8, bahwakan kalo mampu 12 raka’at. Terangan beliau.Kelima; Rasulullah senantiasa melaksanakan puasa sunnah. Diantara puasa selain puasa Ramadhan yang selalu dikakukan oleh Rasulullah adalah antara lain, puasa sunah Senin dan Kamis, ‘Asyura, Arafah, juga puasa “Ayyamul Bidh” yaitu puasa pada pertengahan bulan setiap penanggalan bulan hijriah, kata Dra. Sangadah.Demikian beberapa keteladanan yang ada pada diri rasulullah Muhammad SAW. Semoga kita sebagai ummatnya terus berusaha mengamalkan apa-apa yang telah menjadi kebiasaan yang baik rasulullah. Akhlak kita harus kita tingkatkan, dan yang penting dari peringatan maulid ini bukan hanya kaegiatan peringatan maulidnya, akan tetapi sejauh mana semangat kita untuk berubah dari kebiasaan buruk kita dan menggantinya dengan kebiasaan baik sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Demikian Dra. Sangadah mengakhiri tausyiyahnya tersebut. (Sans).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.048413 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 702775
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.