Selasa, 22 Mei 2012 –
Pemilihan Penyuluh Teladan Kemenag Kalbar

Foto

Pontianak, 4 Mei 2012

Pembangunan sektor agama merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Agama sebagai sistem nilai harus dipahami dan diamalkan oleh setiap individu, keluarga dan masyarakat serta harus menjiwai kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Penyuluh Agama Islam Fungsional mempunyai peranan penting sebagai aparat Kementerian Agama dalam hal ini sebagai ujung tombak Direktur Peneranmgan Agama Islam yang secara langsung berhadapan dengan masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan memotifasi penyuluh Agama Islam maka Kepala Bidang Penamas Kanwil Kementerian Agama menggelar Pemilihan Penyuluh Teladan tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diikuti oleh 13 peserta utusan dari Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab/Kota se-Kalimantan Barat yang dipusatkan di Hotel Merpati Pontianak.

Sebagaimana laporan yang disampaikan oleh Panitia Pelaksana, Drs. H. Lukmanul Hakim bahwa dalam kegiatan ini sedianya dihadiri oleh seluruh utusan dari Kemanag Kab/Kota tetapi ada satu peserta yang tidak hadir yakni Penyuluh Kemenag Kabupaten Sekadau.

Beliau juaga menambahkan bahwa maksud dan tujuan diadakannya Lomba Pemilihan Penyuluh Teladan adalah agar mereka termotivasi untuk lebih memahami pentingnya tugas penyuluh diera reformasi dan globalisasi dan keikutsertaannya untuk mensukseskan pembangunan nasional serta memilih penyuluh terbaik untuk mewakili Provinsi Kalimantan Barat tahun 2012 sebagai peserta pemilihan penyuluh teladan tingkat nasional.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang HAZAWA sebagai Plt. Kabid Penamas, Drs. H. Abdul Rojak. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan penyuluh tidak hanya semata-mata melaksanakan penyuluhan dalam arti sempit berupa pengajian, tetapi mencakup seluruh kegiatan penerangan termasuk pembinaan kerukunan dalam masyarakat dan program pembangunan nasional lainnya. Karenanya posisi Penyuluh Agama Islam fungsional sangat strategis untuk menyampaikan misi keagamaan sekaligus pembangunan, dengan bahasa agama yang sejuk, sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat.

“Dalam upaya meningkatkan integritas dan kopetensi penyuluh Agama Islam fungsional, perlu ditempuh berbagai cara. Pembinaan integritas antara lain berupa pembinaan loyalitas dan dedikasi penyuluh dalam bidang tugas dan fungsinya sebagai seorang PNS dan tugas pokoknya dalam menjalankan penyuluhan didaerah kerjanya masing-masing. Sementara dedikasi antara lain berupa pengukuran kinerja sebagai seorang penyuluh agama Islam fungsional yang ada adalah dengan menyelenggarakan pemilihan PenyuluhAagama Islam teladan yang akan dinilai oleh dewan hakim/yuri, dapat diketahui potensi masing-masing peserta, pelaksanaan tugas pokoknya selama ini, disiplin, dedikasi dan loyalitasnya sebagai PNS dan tugas lainnya dalam pengabdian dan pembinaan masyarakat luas” tambahnya.

Dipenghujung sambutannya beliau berharap agar pemilihan penyuluh agama Islam teladan ini dapat berlangsung dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan pemenang yang memang berkualitas sesuai standar dan aturan yang ada., karena pemenang ditingkat Provinsi ini akan dikirim sebagai peserta ditingkat nasional.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.082016 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 704247
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.