Sanggau-15/09/2021, Pelaksanaan Program KIIS Seri 49 yang bertema kan ASN Solutif. Yang di isi oleh segenap jajaran Aparatur Sipil Negara menghadiri Webinar yang di adakan Via zoom Pada hari Rabu pukul 08.30 Wib.

Webinar ini diadakan dengan membahas, Asn Integritas dan Optimalisasi Pelayanan Publik.

Inspektur Jenderal Kementerian Agama R.I Deni suardini menyampaikan, demi memenuhi visi yang ingin kita wujudkan bersama, yaitu terwujudnya kementrian agama yang profesional dan handal dalam membangun masyarakat yang sholeh,cerdas dan unggul untuk mendukung indonesia yang maju, berdaulat, mandiri,dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.

“Visi bersama tersebut diyakini dapat terwujud melalui upaya nyata yang terdapat dalam 6 misi yang ada, Yang Pertama adalah meningkatkan kesolehan umat beragama,kedua meningkatkan toleransi melalui penguatan moderasi beragama,ketiga meningkatkan pelayanan keagamaan, ke empat meningkatkan layanan pendidikan yang murah dan merata. kelima meningkatkan produktifitas dan daya saing pendidikan, dan ke enam memantapkan pemerintahan yang baik,” ujar Deni suardini selaku Inspektur Jenderal Kementrian Agama R.I.

Menurut Ridha Ahida Selaku Rektor IAIN Bukit Tinggi, Integritas merupakan keselarasan hati,pikiran,perkataan dan perbuatan yang baik dan benar. Integritas memberikan manfaat dan kegunaan bagi para ASN. Sehingga mematuhi undang-undang yang berlaku dan menolak korupsi suap atau gratifikasi. Sedangkan Optimalisasi layanan publik ialah menyempurnakan layanan publik atau jasa yang ada di setiap layanan publik.

“Customer Sebagai pengguna layanan publik merupakan orang yang dilindungi oleh Konstitusi, Yang Artinya Ketika mereka merasa tidak terpuaskan dan terabaikan atau merasa tidak dilayani mereka dilindungi oleh konstitusi. Mereka bisa mengadukannya kepada pengaduan pengaduan yang ada seperti Itjen,dan lembaga kementrian lainnya. Sehingga Pelayanan Publik harus di Optimalkan lebih agar tidak dapat pengaduan dari Customer atau Masyarakat.” Ungkap Ridha Ahida Selaku Rektor IAIN Bukit Tinggi.

Abdul Wahid Ary Asary(Mahasiswa Magang)