SAMBAS_Balai diklat keagamaan Jakarta melaksanakan Kegiatan Diklat Di Tempat Kerja (DDTK)  yang di ikuti sebanyak 40 peserta, kegiatan Diklat Teknis Strategi Dan Metode Penyuluhan Masyarakat Binaan Bagi Penyuluh Agama PNS dan Non PNS yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas

Panitia diklat Keagamaan Jakarta H.Nurhayanto,BSC,SH,MH. Menuturkan Kegiatan yang dilaksankan tersebut sesuai Instruksi Menteri Agama,karena sebanyak seribuan lebih penyuluh Agama yang belum mengikuti Diklat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepribadian, kecakapan guna mendukung revolusi mental bagi Penyuluh Agama.(10/04).

Sasarannya penyuluh agama pns dan non pns yang mampu mengembangkan dirinya dalam meningkatkan kompetensi diri. Dijelaskannya pelaksanaan diklat berlangsung selama 5 hari, dengan 66 jam mata pelajaran, dimulai hari senin hingga jumat.

Balai diklat keagamaan jakarta memiliki diklat jarak jauh, diklat kepenghuluan dan diklat lainnya. Para pengajar dari BDK terdiri dari Drs.H.Cecep Hilman M.Ag dan Drs. Iwan Falahudin M.Pd.

Sementara kepala Kantor Kementrian Agam H.M Asmar S.Pdi dalam arahannya menuturkan peserta merupakan penyuluh agama berasal dari berbagai penyuluh agama yang ada d Kabupaten Sambas. Program ini sangat menguntungkan bagi kemenag Sambas. Dengan adanya DDTK efesiensi dan pengajaran waktu dapat lebih maksimal. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran balai diklat untuk melaksanakan diklat di Kementrian Agama Sambas.

Sebagai penyuluh memiliki tugas dan fungsi Kementerian agama sesuai dengan visi misi Kemenag yang taat beragama, berakhlak mulia, rukun, cerdas, berintegritas, Meningkatkan kerukunan antar umat beragama, meningkatkan ajaran dan amalan terhadap nilai agama serta peningkatan ajaran keagamaan. "Penyuluh adalah ujung tombak Kementerian Agama di garda terdepan. Baik tidaknya kemenag ada di tangan penyuluh agama," ujar H. Asmar(HNK. Humas Kemenag Sambas)