Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, H. Ikhwan Pohan, S.Ag, M.Pd. memberikan sambutan dan materi dalam kegiatan Bimbingan Pernikahan bagi calon pengantin yang dilangsungkan di Aula MTsN 1 Ketapang, Rabu (30/09/2020). Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diikuti oleh 30 pasang calon pengantin yang berdomisili di Kecamatan Delta Pawan, Benua Kayong dan Muara Pawan.

Dalam sambutannya H. Ikhwan Pohan menjelaskan kepada pasangan yang sebentar lagi akan melangsungkan akad nikah tentang pentingnya kegiatan bimbingan perkawinan.

“Kegiatan ini sangat penting bagi para calon pengantin yang akan melaksanakan akad nikah, karena memberikan pengetahuan dan wawasan kepada calon pengantin agar lebih yakin dan mantap dalam mempersiapkan diri memasuki kehidupan perkawinan atau mahligai rumah tangga, agar tercapai cita-cita dan tujuan dalam kehidupan perkawinan yang harmonis, sakinah mawaddah warahmah serta mendapatkan keturunan yang sholih dan sholihah, untuk melaksanakan perintah Allah dan RasulNya” jelas H. Ikhwan Pohan.

“Perkawinan merupakan suatu akad yang sangat kuat / mitsaqan ghalidzan sehingga bisa mempersatukan dua individu dan bahkan dua keluarga, yaitu keluarga dari mempelai laki-laki dan keluarga dari mempelai perempuan sehingga menjadi satu keluarga besar, yang saling mencintai dan menyayangi menuju keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,” tambah H. Ikhwan Pohan.

Lebih lanjut H. Ikhwan Pohan menjelaskan bahwa pernikahan adalah suatu ibadah karena Rasulullah SAW bersabda yang artinya nikah adalah sunnahku, barang siapa yang benci terhadap sunahku maka bukan termasuk golonganku. Oleh karena itu Menyadari nikah itu ibadah adalah sangatlah penting.

Karena itu, pernikahan haruslah didasarkan semata-mata untuk menjalankan perintah Allah SWT. Sang suami menikahi istri dan sebaliknya itu karena ketaatan kepada Allah, bukan karena materi, kecantikan, dan jabatan. Pernikahan akan hancur kalau didorong oleh materi, kecantikan, dan jabatan.

Mengakhiri sambutannya H. Ikhwan Pohan berpesan kepada para peserta bimbingan perkawinan supaya pernikahan atau akad nikah yang akan dilaksanakan adalah pernikahan yang pertama dan yang terakhir, dalam arti keutuhan rumah tangga harus dijaga bersama oleh suami dan istri sehingga terhindar dari keretakan rumah tangga atau perceraian. Dengan terjaganya keutuhan rumah tangga maka akan tercipta rumaha tangga yang bahagia dan sejahtera, sakinah mawaddah warahmah.