Sukadana, Kamis 17 September diadakan Bimbingan Administrasi dan Aplikasi Perencanaan di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara Tahun 2015.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh 35 orang peserta dari seluruh satker Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara. Narasumber langsung dari Perencanaan di Lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat yakni Drs.Tukiman, M.Si dan Suprianto, M.Si.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kayong Utara Sy. Machmud, S.H, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kegiatan seperti ini menjadi wahana yang tepat dalam rangka meningkatkan kualitas data perencanaan, sekaligus pemutkhiran data pada masing-masing Satker dan Unit Kerja di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara.

Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan tutur beiau :

1. Seiiring dengan tuntutan penganggaran berbasis data dan perubahan sistem DIPA yang awalnya satu menjadi multi DIPA, sehingga merubah sistem perencanaan dan penganggaran Kementerian / Lembaga.

Peraturan Pemerintah no.21 tahun 2004 tentang penyusunan perencanaan dan RKA-KL belum sepenuhnya mendukung penjabaran secara konsisten sasaran strategis kebijakan pusat kedalam sasaran program dan kegiatan Kementerian / Lembaga. Oleh karena itu lahirnya peraturan pemerintah ( PP ) no. 90 tahun 2010 tentang penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian / Lembaga ( RKA-KL ).

Dalam rangka mengikuti dinamika perkembangan proses penyusunan APBD perlu dilakukan penyempurnaan perencanaan penyusunan RKA-KL agar lebih transparan dan akuntabel. Atas dasar itulah perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja dilaksanakan diseluruh Kementerian dan Lembaga, oleh karena itu setiap satuan kerja dan unit kerja dituntut untuk mampu membuat perencanaan program kerja dengan system basis data yang berintegrasi dalam Aplikasi data perencanaan ( ADP ).

2.Dalam kegiatan ini diharapkan mampu memahami dalam hal administrasi maupun teknis dalam membuat perencanaan sehingga kedepan dapat menghasilkan data perencanaan yang baik dan tepat yang dijadikan tolak ukur awal penganggaran dalam menentukan pagu indikatif.

Diharapkan pula dari kegiatan ini kedepannya bisa meminimalisir kekurangan maupun kelebihan anggaran. Pada saat sekarang menjadi isu yang sangat hangat terutama dikalangan Kemenag dan Kementerian Pendidikan Nasional tentang data sertifikasi guru, BOS dan BSM yang selalu kurang.

Tidak menutup kemungkinan memang dari lemahnya data dari kita dan satker-satker yang tidak jarang mengabaikan data sebagai garda terdepan dalam proses penganggaran, oleh karena itu sangatlah tepat dalam satu hari ini para peserta sungguh belajar dan memahami Administrasi dan Teknik Aplikasi Perencanaan yang tepat.