Jumat, 02 Agustus 2019, 08:06 sudirmansyah

Selasa, 30 Juli 2019 bertempat di ruang pertemuan PNPM Desa Sutera diadakan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin Rayon I di Lingkungan Kantor Kementerian Agama kabupaten Kayong Utara. Ketua Panitia, Kamadi mengatakan bahwa tujuan diadakan kegiatan Bimwin ini adalah untuk mendukung rencana kerja pemerintah dalam hal pembangunan dan ketahanan keluarga sakinah, dan bagi Kantor Kemenag kayong utara sendiri, untuk mewujudkan akuntabilitas dan tertib administrasi penyelenggaraan bimwin bagi para Catin di 6 Kecamatan di Kabupaten Kayong Utara. Kamadi juga menjelaskan para peserta Bimwin ini adalah para Catin yang akan melangsungkan akad pernikahan dari bulan Agustus sampai Oktober 2019. 

Kegiatan ini diisi oleh 4 Narasumber, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kayong Utara, H. Ruslan S.Ag, MA, H. Munadi, S.HI ( Kepala KUA Kecamatan Seponti ) H. Syafi'ihuddin, S.Ag ( Kepala KUA Delta Pawan Ketapang ) dan dari dinas Kesehatan Kayong Utara.

H. Ruslan dalam materinya menjelaskan tentang 4 pilar keluarga sakinah yakni yang pertama adalah ketaqwaan, menurutnya, ketaqwaan kepada Allah SWT merupakan sesuatu yang penting dalam membangun segala aspek kehidupan, termasuk dalam membangun keluarga, apalagi membangun bangsa dan negara. untuk membangun keluarga sakinah, anggota keluarga mesti mendekatkan diri kepada Allah SWT. Caranya, antara lain melalui peningkatan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, shalat tahajud, dan sebagainya.

Adapun pilar kedua, dijelaskan Ruslan, adalah ditunaikannya kewajiban masing-masing pasangan dalam rumah tangga. Keluarga sakinah itu akan mampu dibangun jika suami dan istri menunaikan kewajibannya.

Pilar ketiga, yaitu suami-istri mesti mendesain rumah tangga menjadi sarana melahirkan generasi Muslim pejuang. “Keluarga harus menjadi tempat persemaian lahirnya para mujahid, keluarga harus jadi tempat persemaian lahirnya para dai,” tutur H.ruslan.

Kemudian, pilar keempat yakni  dalam membangun keluarga sakinah adalah terjalinnya hubungan yang lebih baik antara suami atau istri terhadap orangtuanya.

Setelah pernikahan, kata Ruslan, maka hubungan dengan kedua orangtua harus semakin baik.Ketika seorang suami ingin berbuat baik kepada orangtuanya, maka harus didorong oleh istrinya. Begitu pula sebaliknya.