Sambas, Selasa (17/11/2020)  Kepala KUA Kec. Sajad serta Kepala KUA se-kab. Sambas hadiri acara bimbingan pranikah remaja usia nikah di Balairung sari pondopo bupati sambas yang diadakan oleh Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas.

Dalam laporan ketua panitia H. Juanda,S.HI menyampaikan Maksud dan Tujuan Kegiatan : adalah  membekali remaja usia nikah dan catin dengan ilmu dan pengetahuan untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran bagi catin untuk memahami tujuan membangun keluarga yang bahagia, agar para pasangan muda dapat mengatur kualitas dan kehidupannya, memahami hak dan kewajiban bagi pasangan suami isteri agar dapat terhindar dalam kasus KDRT. Disampaikan pula bahwa jumlah peserta 200 orang terdiri dari utusan Institut Agama Islam Sambas, Akademi Dakwah Islam dan Politeknik Negeri Sambas.

Materi pertama kebijakan Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas tentang bimbingan pranikah remaja usia nikah oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas H. Sipni, S.Pd.I, M.Pd, selain itu diungkapkan bahwa Kab. Sambas angka nikah tertinggi dan angka perceraian terbesar se-Kalimantan Barat.

Kepala Seksi Bimas Islam Dr. H. Karlan memberikan materi tentang perkawinan yang kokoh menuju keluarga sakinah, menyiapkan generasi muda, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Suami atau istri adalah rekan dalam mengambil keputusan. Maka, keduanya harus menjaga emosi yang berlebihan, berhati-hati dengan kata-kata yang digunakan, dan senantiasa menunjukkan kasih sayang, mempersiapkan generasi yang berkualitas. Suami atau istri perlu memahami keluarga yang Ideal, yaitu terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga, tersedianya waktu bersama-sama dalam keluarga, terciptanya komunikasi yang sehat dan baik antar anggota keluarga, saling menghargai antara sesama anggota keluarga. Hal ini sangat penting agar antara suami, istri dan anak terdapat jalinan komunikasi yang baik,  dijelaskan pula keluarga adalah ikatan sosial terkecil dalam masyarakat harus kuat, erat dan tidak longgar. Jika terjadi krisis dalam keluarga, utamakan keutuhan rumah tangga atas kepentingan pribadi masing-masing dan selesaikan secara baik-baik,  dan acara dilanjutkan dengan diskusi. (AHD)