MEMPAWAH: Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin yang tinggi, ucap Kepala Seksi PAI Kementerian Agama Kabupaten Mempawah Dra. Hj. Siti Fatimah saat menyampaikan laporan kegiatan Bimtek Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI di hadapan 40 orang Guru PAI yang dilaksanakan di Gedung PGRI, Senin (25/05/16).

Siti Fatimah juga menjelaskan diselenggarakannya kegiatan bimtek kurikulum 2013 ini merujuk kepada Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor: SE/DJ.1/PP.00/143/2015 tentang Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam pada sekolah, pasca diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013.

Berdasarkan pasal 3 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan disebutkan bahwa Pengelolaan Pendidikan Agama dilaksanakan oleh Menteri Agama, sedangkan dalam Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan kurikulum 2013 tidak dinyatakan bahwa kurikulum 2013 diberhentikan secara substansial, tetapi ditangguhkan pemberlakuannya karena dianggap belum siap dalam pelaksanaan Kurikulum 2013.

Atas dasar pertimbangan diatas Kementerian Agama RI melalui Dirjen Pendis menerbitkan edaran mengenai kelanjutan Bimtek Kurikulum 2013 PAI bagi Guru PAI yang belum mengikuti dan melakukan pendampingan kurikulum bagi Guru PAI yang sudah mengikuti Bimtek Kurikulum2013, ungkap Siti Fatimah.

Kamaludin, S.Pd.I saat membuka kegiatan berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar mempedomani serta melaksanakan terkait aturan yang sudah ada seperti Peraturan Pemerintah, Permendikbud, dan SE Dirjen Pendis tersebut.

Setidaknya bagi guru-guru yang mengikuti kegiatan ini nanti paham akan aspek-aspek terpenting yang termuat dalam kurikulum 2013, apakah itu aspek pengetahuan, keterampilan, dan aspek sikap, tegas Kamaludin di hadapan 40 peserta guru PAI.

Untuk aspek pengetahuan yang termuat pada kurikulum 2013, masih serupa dengan aspek di kurikulum yang sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam hal pelajaran, dimana dapat diperoleh dari Ulangan Harian, Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas, namun pada kurikulum 2013 tersebut, pengetahuan bukanlah aspek utama seperti pada kurikulum-kurikulum yang dilaksanakan sebelumnya.

Keterampilan merupakan upaya penekanan pada bidang skill atau kemampuan. Misalnya adalah kemampuan untuk mengemukakan opini pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat berkas laporan, serta melakukan presentasi. Begitu juga dalam hal aspek sikap meliputi perangai sopan santun, adab dalam belajar, sosial, absensi, dan agama.

Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak disebabkan karena guru tidak setiap saat mampu mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian yang dilakukan tidak begitu efektif.

Dalam hal ini guru harus ekstra, agar siswa benar-benar memperoleh 3 hal tersebut diatas, sehingga pelaksanaan kurikulum 2013 memberikan manfaat serta sumbangan yang berharga bagi pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Mempawah pembelajaran PAI, tegas Kamaludin yang pernah menjabat sebagai Kasi Mapenda pada saat itu. (rudi/mpw).