SINGKAWANG. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Drs. H.Jawani mengatakan bahwa Education Management Information System (EMIS) sebagai pusat pendataan pendidikan Islam satu pintu sangat berperan dalam menunjang proses perencanaan dan pengambilan kebijakan program Pendidikan Islam.

Hal ini dikemukakan Jawani ketika membuka kegiatan Sinkronisasi, Validasi, dan Verifikasi Data EMIS Pontren Kota Singkawang yang dilaksanakan pada Selasa (18/11) di Aula Kantor Kemenag Singkawang. Sejauh ini kata Jawani, 87% data EMIS menentukan kualitas perencanaan, sehingga harus terus ditingkatkan dengan meminimalisir berbagai kelemahan yang terjadi selama ini.

Data EMIS menjadi sumber utama referensi data di lingkup Ditjen Pendidikan Islam, baik di pusat maupun daerah, data EMIS harus ter-update secara periodik, harus terjamin kelengkapan, keakuratan dan ketepatan waktunya, ungkapnya.

Untuk itu Jawani meminta kepada setiap satuan pendidikan seperti Pondok Pesantren, Madrasah, TPQ, Madrasah Diniyah, pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta Didik di bawah binaan Kementerian Agama diwajibkan untuk melakukan pemutakhiran data EMIS.

Khususnya para operator EMIS untuk selalu melakukan updating data dengan akurat, sehingga data EMIS yang didapatkan memang benar adanya. Sementara itu Kasi Pendidikan Islam Kankemenag Kota Singkawang H. Azhari, S.Ag, M.Si mengatakan bahwa kegiatan Sinkronisasi, Validasi, dan Verifikasi Data EMIS Pontren ini diikuti oleh para operator EMIS dari Pondok Pesantren, TPQ, Madrasah Diniyah yang berjumlah 16 orang.

Dengan kegiatan ini kata Azhari, diharapkan data EMIS untuk Pontren dapat terupdate, lengkap, dan akurat. ( Miftah).