Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, sama halnya dengan orang yang memutuskan sebuah jembatan yang dilaluinya. Karena jembatan agar kita dimaafkan adalah dengan memberi maaf kepada orang lain. Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Rudi Hartono, S.Ag pada saat memberikan tausiyah Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pontianak. Acara berlangsung di Aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Jumat (22/7/2016).

Ustadz Rudi Hartono yang juga adalah pelaksana pada Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Kota Pontianak ini kemudian mengatakan bahwa Halal Bihalal sebenarnya ingin mengembalikan kepada asal manusia. Setiap manusia itu tempatnya salah dan khilaf. Dan sebaik-baik manusia yang salah itu yang menyadari dan mau meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafannya.

Sederhananya, Halal Bihalal itu bahwa Allah ingin menjadikan hidup manusia merasa tenang, nyaman, tentram dan damai. Oleh karena itu, biasakanlah meminta maaf dan memberikan maaf kepada orang lain, tutur Ustadz Rudi begitu ia akrab disapa, di hadapan seluruh anggota DWP Kota Pontianak yang hadir.

Sebelum mengakhiri tausiyahnya, Ustadz Rudi mengatakan, setelah melaksanakan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan, ada dua harapan kita. Yakni, semoga amal kita selama ramadhan diterima Allah SWT, dan semoga kita dipanjangkan umur dan diberi kesehatan sehingga kita dapat berjumpa kembali dengan ramadhan yang akan datang.

Sebelumnya, Ketua DWP Kota Pontianak, Drg Hj Tita Selati Sundari M Akip dalam sambutannya mengatakan, atas nama pribadi dan keluarga ia mengucapkan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pengurus dan anggota DWP unsur pelaksana Se Kota Pontianak. Dalam kesempatan tersebut Ia juga menyampaikan informasi terkait program beasiswa prestasi untuk anak-anak anggota DWP unsur pelaksana.

Acara Halal Bihalal dilanjutkan dengan penarikan arisan dan door prize untuk semua anggota DWP yang hadir. Turut hadir dalam acara tersebut Pengurus DWP Kantor Kemenag Kota Pontianak, yang diwakili Ny Sumiati (Sekretaris), Ny Muslimah (Bendahara), dan Ny Melati Murni. Rangkain acara diakhiri dengan saling bersalam-salaman di antara semua yang hadir.*(Sumi/Ptk).