SINGKAWANG. Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keagamaan Jakarta melaksanakan Kegiatan Diklat Teknis Substantif Metodologi Pembelajaran bagi Guru Madrasah Negeri dan Swasta yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang pada Senin (10/7).

Kegiatan yang dijadwalkan dari tanggal 10 sampai dengan 14 Juli 2017 ini melibatkan 40 orang peserta diklat yaitu guru Madrasah Negeri dan Swasta tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Kota Singkawang dengan kepanitiaanya langsung dari Balai Diklat Jakarta. Adapun team panitia tersebut terdiri dari 6 (enam) orang, diantaranya H. Mulyadi, S.Pd, Komaruddin, S.Ag, Sutarno, S.Pd.I, Dwinanto Herry Wibowo, S.Kom serta Drs. Mohammad Djuanda, M.Ed dan Umi Maisyaroh As, S.Pd.I, M.M sebagai widyaiswara.

Panitia diklat H.Mulyadi, S.Pd menuturkan tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu dalam rangka meningkatkan kompetensi guru. Hal ini dikarenakan guru sebagai ujung tombak pendidikan yang akan menentukan warna dan kualitas pendidikan. Untuk itu ia berharap dengan terselenggaranya diklat ini dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan guru dalam proses pembelajaran sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai tenaga pendidik yang profesional.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Drs. H. Nahruji, M.Si dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Diklat Teknis Substantif Metodologi Pembelajaran bagi Guru Madrasah menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia maupun peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Nahruji juga menyampaikan kepada para peserta diklat agar dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya karena kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para guru. “Guru merupakan suatu profesi yang mulia. Apakah itu guru PNS maupun non PNS sama-sama mengemban tugas yang sama yaitu memanusiakan manusia. Untuk itu saya berharap kepada semua peserta diklat untuk mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat menerapkan ilmu yang didapat di madrasah masing-masing.” ujarnya. (Jk/hms)