Dalam upaya mendapatkan data yang akurat maka dibutuhkan sinkronisasi data antara daerah dan pusat. Maka untuk mewujudkan hal itu, diadakan kegiatan Penyusunan Bahan Publikasi Tahun 2014, bertempat di Hotel Arya Duta, Makasar, Sulawesi Selatan dari Tanggal 26 s/d 28 November 2014. Hadir sebagai perwakilan dari Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Kasubbag Informasi dan Humas, Dra.Hj. Sangadah.

Sebelum memulai penghitungan item per item data maka dibentuk kelompok-kelompok diskusi terdiri dari 8 kelompok , yang masing masing kelompok terdiri dari 6 atau 5 provinsi. Agar lebih jelas tata cara sinkronisasi data panitia menjelaskan dulu tehnik sinkronisasi data sebagai berikut: 1. Peserta pengelola data kanwil menempati meja yang telah di tentukan. 2 Peserta pengelola data eselon 1 pusat dengan pendamping (panitia) akan bergerak menuju setiap meja. 3. Setiap kesepakatan yang terjadi dicatat datanya oleh masing masing peserta termasuk oleh pendamping . 4. Apabila ketidaksepakatan terjadi pada suatu data (dead lock) maka pendamping harus / wajib mencatat data dari kedua pihak ( data dari pusat dan kanwil). 5. Data dead lock; akan diputuskan setelah dilakukan penelaahan lebih lanjut.

Setelah semua peserta memahami cara-caranya, maka kegiatan sinkronisasi data dilakukan. Inilah suasana yang menguras energi berlangsung dan memakan waktu yang lama. Namun seluruh peserta tetap tekun dan teliti supaya angka-angka dari provinsi dan angka-angka yang dimiliki pusat tidak terjadi perbedaan. Tetapi andaikata ada perbedaan segera di cek ulang ke sumber data, sehingga terjadi titik temu cocok.

Sesekali peserta berdiri dan relaksasi untuk meregangkan otot-otot yang tegang karena duduk seharian dengan penuh konsentrasi . Sampai tulisan ini di turunkan sinkronisasi data masih berlanjut pada tingkat eselon I. Semoga hasil Penyusunan Bahan Publikasi Kementerian Agama Tahun 2014 ini akan segera dicetak dan diterbitkan serta dapat diterima oleh Satker se-Indonesia pada awal tahun 2015. (Humas kanwil Sgdh)