Selasa tanggal 5 Januari 2021 adalah merupakan salah satu hari yang membahagiakan untuk Dra. Hj. Sufiatuan ,M.Pd. Mengapa ?, karena pada itu mantan Kepala Madrasah Aliyah Negeri 3 Pontianak ini memperoleh penghargaan dari Negara berupa Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun. Penghargaan tersebut diperolehnya pada rangkaian kegiatan upacara peringatan HAB 75 Kementerian Agama R.I ,lingkungan Kantor Kemenag Kota Pontianak, di halaman MTs Negeri 2 Pontianak. Tanda Kehormatan tersebut diserahkan oleh Drs.H. Syarifendi ,Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak kepadanya dan 65 ASN lainnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa tidak semua PNS atau ASN bisa memperoleh penghargaan tersebut. Untuk mendapatkannya haruslah memenuhi persyaratan. Adapaun persyaratan yang harus dipenuhi Pegawai Negeri Sipil untuk dapat menerima penghargaan tersebut adalah telah bekerja dengan penuh kesetiaan pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara dan Pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin terus menerus paling singkat 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun .

Tanda kehormatan yang diperoleh Sufiatuan berdasarkan Surat Keputusan orang nomor satu dipemerintahan Republik Indonesia yakni berdasar Keputusan Presiden R.I nomor 123/TK/Tahun 2020 tanggal 6 November 2020. Berdasarkan Keppres tersebut sebanyak 66 ASN Kemenag Kota Pontianak berhak menerima Penganugerahan Tanda Kenghormatan Satyalancana Karya Satya,satu dianataranya adalah Sufiatun.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh muslimah yang akrab dipanggil Bu Atun ini, diketahui bahwa penghargaan berupa Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya sudah diperolehnya sebanyak dua kali. “Yang pertama tahun 2009 , Satyalancana Karya Satya 20 tahun. Dan yang sekarang ,mendapat Satyalancana Karya Satya 30 tahun,” ungkapnya.

Dengan apa yang sudah diperoleh tersebut ,Sufiatun bahagia. “Bersyukur dapat mengabdikan diri pada Agama, negara dan Bangsa melalui Pendidikan dan mendidik generasi Muda agar dpat berguna bagi agama nusa dan bangsa,” tuturnya.(Gwn_Ptk)