Dalam rangka menyiapkan generasi Indonesia Unggul yang siap menghadapi era revolusi industri 4.0, yang mampu menguasai Teknologi Informasi khususnya internet of things, big data, Komunikasi  dan kewirausahaan maka Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah bekerjasama dengan PT XL Axiata menggelar Akademi Madrasah Digital bagi siswa madrasah.

Kegiatan ini merupakan ajang pelatihan siswa madrasah yang diikuti oleh siswa MA (Madrasah Aliyah) di seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta yang diselenggarakan secara intensif baik secara online dan dan offline di laboratorium XL IOT (Internet Of Things) di gedung XL Axiata Kuningan Jakarta, didampingi oleh tenaga pelatih profesional dari dunia industri selama 6 (enam) bulan penuh.

Kepala MAN 2 Ketapang, Chaidir,S.Pd.I,M.Pd sangat antusias ketika siswa MAN 2 Ketapang ikut andil dalam mengikuti lomba Akademi Madrasah Digital (AMD). Beliau menunjuk pembimbing lomba  agar  siswa yang mengikuti lomba tersebut dapat masuk nominasi dan  bisa menyelesaikan tahapan-tahapan  dalam proses mengikuti lomba tersebut yang akan diumumkan peserta yang lolos pada tanggal 27 Juni 2020.

Pembimbing  yang ditunjuk untuk membimbing peserta dari MAN 2 Ketapang yaitu Syekh Arpi Ageng yang merupakan salah satu Alumni MAN 2 Ketapang. Disamping itu,   Kepala Madrasah  berupaya sepenuhnya untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan siswa untuk menunjang kelancaran bagi siswa yang  mengikuti kegiatan tersebut serta selalu  memberikan motivasi dan dukungan agar siswa tetap semangat dalam menghadapi  kendala  dalam mengikuti tahapan-tahapan  lomba tersebut.

Peserta lomba Akademi Madrasah Digital  (AMD) MAN 2 Ketapang berjumlah 5 orang yaitu (3 siswa teknis, 2 siswa non teknis) yaitu Aldiansyah, Auliya, Indah Sundari, Reza Maulana, Sapuan Nur. Mereka mengangkat tema kewirausahaan bidang pertanian dalam rangka meningkatkan ekonomi petani. Untuk mengontrol tingkat keasaman air, mereka menawar sebuah inovasi sebuah alat bernama SIPETA untuk mengontrol tingkat keasaman air pada pertanian mina padi berbasis IoT (internet of Things) untuk meningkatkan hasil pertanian.

Kepala MAN 2 Ketapang berharap bahwa walaupun ditengah wabah covid-19 dan belajar di rumah kreatifitas siswa tetap bisa berkembang. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempersiapkan Generasi Madrasah Aliyah yang siap menghadapi Era Teknologi 4.0,  menguasai dasar bidang Internet of Things dari sisi teknis dan bisnis, menanamkan dan mengembangkan spirit entrepreneurship bagi Generasi Madrasah Aliyah.  

Bertempat di MAN 2 Ketapang, pada tanggal 04 Juni 2020,  kepada para peserta, Kepala MAN 2 Ketapang mengingatkan kembali bahwa ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam perumusan karya ilmiah tersebut. Pertama, realistis. Maksudnya, ide yang ditawarkan harus menjawab permasalahan kearifan lokal yang dibutuhkan di masa depan dimulai dari hal yang paling sederhana dan applikable, dapat berupa suatu sistem aplikasi -berbasis IoT (Internet of Things)- yang mungkin akan digunakan, atau suatu dampak dan manfaat yang tinggi bagi kepentingan masyarakat. Kedua, kreatif dan objektif. Tulisan tidak bersifat subjektif, harus didukung dengan data dan informasi yang terpercaya. Ide juga harus asli bukan plagiarisme (jiplak).  Ketiga, logis dan sistematis. Ide harus dituangkan dengan mengikuti alur penulisan karya ilmiah yang sudah baku, runtut, sistematis lengkap dengan daftar ustaka yang menjadi referensi.