Menjadi perempuan tidak selamanya harus diam dan menerima keadaan yang tidak berpihak. Perempuan hendaknya mampu bangkit dan berjuang untuk kepentingan dirinya sendiri. Dan akan lebih baik lagi kalau ia mampu berjuang untuk membebaskan perempuan lain yang ada di sekitarnya.

Untuk melakukan semua itu, perlu ada keberanian dari dalam diri perempuan itu sendiri. Hal tersebut disampaikan Reny Hidjazi saat memberikan materi pada Seminar Pendidikan bertema Peran Perempuan dalam Pendidikan Perempuan di Indonesia, yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar, Jumat (8/5/2015).

Reny Hidjazi, aktivis perempuan dari Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Borneo Kalbar ini mengatakan bahwa sampai hari ini masih banyak perempuan yang belum mampu dan belum terbiasa untuk berkata, saya bahagia. Kalau ditanya, apakah ibu bahagia? Kebanyakan dari mereka belum ada keberanian untuk mengatakan dengan lantang kalau mereka bahagia, papar Reny.

Oleh karena itu, lanjut Reny, perlu metode atau cara untuk membantu para perempuan agar bisa keluar dari berbagai persoalan yang dialami. Beberapa persoalan tersebut antara lain, ketakutan, kemiskinan dan keterbelakangan, kekerasan dalam rumah tangga, buta huruf dan lain-lain.

Pendidikan Orang Dewasa (POD) menjadi salah satu solusi yang ditawarkan oleh PPSW Borneo dalam membantu para perempuan untuk keluar dari berbagai persoalan yang ada. Sehingga pada akhirnya mereka mampu terbebas dari berbagai persoalan tersebut.

Acara yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Kalbar tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars DWP. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalbar, Hj. Nurmardiah Syahrul Yadi, S.Pd. Dalam sambutannya, istri dari Kakanwil Kemenag Kalbar ini mengatakan bahwa wanita adalah soko guru peradaban.

Wanita diharapkan bisa mencetak kader pemimpin di masa depan. Sehingga wanita haruslah tangguh, cerdas dan mampu membuat perubahan yang lebih baik. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini (21 April) dan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei).

Sebelum mengakhiri sambutannya, Nurmardiah berharap agar seluruh peserta bisa berkonsentrasi mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua dan Anggota DWP Kemenag Kubu Raya, serta dari DW Kemenag Kota Pontianak, Hj. Ratna Iriani Jafar, SH (Ketua), Ny. Upik Badriyah Abdulbar, S.Ag (Wakil Ketua I), Ny. Sumiati (Sekretaris), Ny. Muslimah, SH (Bendahara), Ny. Nurhasizah Masri, Ny. Melati Murni, Ny. Zubaidah Sy. Khalid, dan Ny. M. Yasin.*(Sumi/Ptk)