Dalam kegiatan penyerahan Kartu Program Indonesia Pintar untuk madrasah swasta pada Sabtu (11/02) Kakankemenag Sanggau Drs M. Taufik menyampaikan 4 komponen pendukung keberhasilan PIP. Komponen pertama adalah Kepala Madrasah. Sebagai leaderpimpinan di Madrasah, tugas Kepala Madrasah adalah melakukan monitoring dan pengendalian terhadap Program Indonesia Pintar. Kepala Madarasah perlu menerapakan manajemen informasi yang terbuka dan terakses. Arus informasi dan data juga pelaporan harus mampu memberikan sajian data yang lengkap, akuntabel dan terjamin validitasnya.

Selanjutnya komponen kedua adalah Guru. Guru adalah garda depan yang paling paham terhadap kondisi murid. Guru hendaknya tahu bagaimana kondisi murid siswa didiknya, baik dari segi kemampuan belajar, menyerap pelajaran dan yang terpenting adalah kondisi ekonominya. Dalam pendataan peserta PIP, informasi dari guru seringkali menjadi informasi pembanding dari data BPS yang tersaji

Komponen ketiga adalah Penerima Manfaat. Kesadaran orang tua siswa penerima manfaat untuk menggunakan bantuan PIP sesuai dengan tujuannya yaitu digunakan untuk membantu proses belajar. Dalam beberapa kasus ditemukan bantuan PIP justru digunakan untuk kegiatan yang sifatnya konsumtif. Maka, ke depan pihak madrasah perlu untuk selalu mengingatkan baik orang tua dan siswa penerima manfaat dalam penggunaan bantuan PIP harus sesuai dengan peruntukannya.

Komponen selanjutnya adalah Komite Madrasah. Sebagai mitra dari madrasah, maka komite harus dimaksimalkan perannya baik dalam pendataan, pelaksanaan maupun monitoring. Bilamana tidak ada kesepahaman antara pihak madrasah dengan komite, PIP akan berjalan dengan pincang. Maka disinilah tugas Kepala Madrasah untuk menggandeng Pengurus Komite bersama-sama mensukseskan PIP Madrasah. (Fathur-Sanggau)