Kemenag@Kalbar. Menghadapi pandemi Covid-19, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Ridwansyah, M.Si melakukan 4 (Empat) Strategi Sigap Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ridwansyah saat melakukan Rapat Virtural bersama Pimpinan Satker Kemenag se-Kalimantan Barat melalui Media Online, Senin, 6/4/2020.

Strategi pertama adalah Fokus Aksi dampak Covid-19 terhadap layanan dan Pembinaan terhadap lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan dengan mengidentifikasi data ASN Kemenag dan lembaga pesantren termasuk Santri, Ustadz dan Kiyai yang terdampak. “Termasuklah Identifikasi Rumah Ibadah terdampak seperti Takmir atau Pengurus Rumah Ibadah serta mengidentifikasi Proses Penerimaan  Peserta Didik Baru (PPDB)” katanya.

Strategi Kedua adalah Fokus Aksi Dampak Covid-19 terhadap layanan Haji dan Umrah dengan terus meng-updet data dan memantau proses perencanaan, persiapan dan memantau kondisi Calon jamaah. ”Kegiatan tersebut terus kita komunikasikan dengan Satuan kerja di daerah yakni dengan melakukan monitoring laporan secara berkala” jelas Ridwansyah.

Strategi Ketiga adalah Fokus terhadap narasi Agama. Yaitu dengan melakukan publikasi narasi agama untuk menjaga kerukunan umat beragama terhadap Pro-Kontra narasi agama. Memperkaya materi dan konten pencerahan terkait pandemi Covid-19 bagi siswa dan santri yang sedang menjalani belajar di rumah.

“Bentuk aksi yang kita lakukan terhadap narasi agama adalah dengan mengkondisikan Surat Edaran Menteri Agama terkait Amaliyah Ramadhan 1441 H dan Sigap terhadap narasi Hoak” tegas Ridwansyah.

Strategi Keempat adalah Fokus Aksi dalam mensosialisasikan Kebijakan dan publikasi Aksi Kementrian Agama dalam bentuk penyampaian informasi Pemerintah Pusat Hirarki melalui Kanwil Kemenag Kalbar, Kakan Kemenag, KUA Kecamatan dan  penyuluh Agama melalui berbagai Flatform digital/eletronik dan media lainnya.

“Seluruh kegiatan aksi siaga Covid-19 dipublikasikan melalui website resmi Kemenag Kalbar, Facebook, Twitter, WhastAps, Instagram dan media lainnya, sebagai laporan gugus tugas Covid-19 Kementerian Agama” jelas Ridwansyah. (Ir)