SAMBAS-Kerukunan hidup berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu untuk terus dijaga serta ditingkatkan agar pembangunan nasional dapat berjalan, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera.

Dalam upaya menjaga kerukunan-Rukun sesama umat beragama, rukun antar umat beragama dan rukun umat beragama dengan pemerintah-itulah Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) mengambil perannya. Untuk itulah FKUB Kab. Sambas mengadakan Pertandingan Olahraga Pemuda Lintas Agama Tahun 2016, Sabtu (27/2).

Ketua Panitia Sipni, S.Pd.I, MPd dalam laporannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Kab. Sambas dan bahkan di Kalbar. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin persaudaraan dan kerukunan antar pemuda lintas agama di Kabupaten Sambas, untuk menjaga keamanan di Kabupaten Sambas, papar Sipni yang juga Sekretaris FKUB Kab. Sambas ini.

Lebih lanjut sipni menyatakan bahwa kedepannya mudah-mudahan FKUB dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pemberian santunan maupun pemberian beasiswa kepada keluarga kurang mampu.

Adapun sambutan selanjutnya dari pengurus FKUB Kab. Sambas yang diwakili oleh pendeta A. Sumardi. Dalam sambutannya Sumardi menghimbau semua agama secara bersama-sama untuk dapat menjaga kerukunan, keamanan dan ketertiban sebagai modal awal pembangunan di Kab. Sambas. Mari kita jadikan Kabupaten Sambas menjadi taman yang indah, dengan beragam tanamannya, Sumardi mengibaratkan beragamnya agama, suku, adat dan budaya di Kab. Sambas sebagai suatu keindahan.

Acara dibuka oleh Bupati Sambas yang diwakili oleh Kepala Bidang Olahraga Dinas Porabudpar Kab. Sambas. Adapun Tema yang diangkat dalam pertandingan olahraga pemuda lintas agama tahun ini adalah Dalam Rangka Menjalin Persatuan dan Kesatuan Antar Umat Beragama Kita Tingkatkan Persaudaraan Melalui Kompetisi Olahraga. Cabang olahraga yang dipertandingkan tiga cabang yakni bulutangkis, tenis meja dan volly. Pesertanya pemuda perwakilan dari agama Islam, Budha, Kristen, Katolik, Hindu dan Konghuchu. (rdn)