Setelah empat bulan mengikuti Perayaan Ekaristi via Live Streaming dan Televisi Republik Indonesia (TVRI), Gereja Katolik  kembali melaksanakan Perayaan Ekaristi tetapi dengan memperhatikan protocol kesehatan di masa New Normal.  Perayaan Ekaristi terlaksana berkat adanaya Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 yang ditindaklanjuti oleh Keuskupan dengan Surat Edaran ke Paroki-paroki yang berada di Keuskupan Sintang termasuk di Nanga Pinoh. Inti dari surat Edaran tersebut adalah tentang perintah untuk melakukan persiapan fasilitas Gereja yang bisa mencegah pandemic covid-19.

Berdasarkan surat edaran tersebut, Paroki-paroki yang berada di Lingkungan Keuskupan Sintang termasuk Lima paroki yang berada di Kabupaten Melawi  telah melakukan persiapan sesuai dengan petunjuk. Diantaranya Alat Pengukur Suhu, Alat Pelindung Diri bagi Petugas Liturgi, tempat cuci tangan di depan Gereja, anjuran penggunaan masker, dan social distancing. Setelah ada laporan kesiapan dari paroki-paroki kepada Keuskupan, kemudian Keuskupan membuat Surat Permohonan kepada Gugus Tugas di Tiga Kabupaten di Keuskupan Sintang.

Surat Permohonan itu kemudian ditanggapi oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Melawi yang sekaligus Bupati Melawi Panji, S.Sos pada tanggal 22 Juli 2020. Surat itu menerangkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan  penyebaran Covid-19  semua Gereja Katolik di di Wilayah Kabupaten Melawi berada di kawasan/lingkungan aman dari Covid-19, sehingga ibadat dan Misa dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protocol Covid-19.

Maka berdasarkan surat tersebut Gereja Katolik SPM Diangkat Ke Surga Nanga Pinoh akan membuka pelayanan Misa pada tanggal 02 Agustus 2020.  Tetapi sebagai persiapan telah dilaksanakan Perayaan Ekaristi bagi Pengurus DPP dan Lingkungan Gereja Katolik pada Minggu, 26 Juli 2020. Dimana Perayaan itu sekaligus  sebagai simulasi tempat sehingga bisa mengukur daya tampung Gereja ketika menerapkan peraturan social distancing.