Bertempat di Komplek YBSK Semboja, GP Ansor Sangggau menggelar kegiatan diklatsar Banser selama tiga hari, mulai hari Senin s/d Rabu (13-15 Febr 2017). Sebanyak 30 orang anggota Banser dari 15 Kecamatan di Kabupaten Sanggau mengikuti kegiatan diklatsar tersebut. Sedangkan tentang materi yang diberikan meliputi tehnik P3K,Pemadam Kebakaran, Beladiri, tehnik bertahan hidup di hutan serta beberapa materi yang sifatnya doktrinasi paham Aswaja NU.

Ketua GP Ansor Sanggau Hamka Surkati,SE menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Diklatsar ini untuk memperkuat ketahanan fisik dan kesiapan mental anggota Banser NU sebagai garda terdepan pembela NKRI. Kesiapan fisik diperlukan karena menyelamatkan bangsa harus dengan gerak nyata. Tapi kekuatan mental juga dibutuhkan karena saat ini mulai banyak yang mencoba menggoyang ideologi Ahlussunah Wal Jamaah NU. Tegas Hamka.

Sementara itu Ketua PC NU Sanggau Drs H Toyib Saefudin Alayubi menggaris bawahi kembali bahwa NKRI adalah harga mati. PBNU itu merupakan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. P artinya Pancasila sebagai dasar ideologi Negara. B adalah Bhinneka Tunggal Ika, sebagai kesepakatan bersama bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam etnis, budaya dan agama. N adalah NKRI wadah kesatuan bangsa dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan U adalah UUD 45, sebagai sumber aturan utama regulasi yang ada di tanah air. Demikian penjelasan H Toyib yang juga merupakan Kasi Bimas Islam Kemenag Sanggau tersebut (Fathur-Sanggau)