Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang H. Ikhwan Pohan, S.Ag, M.Pd. berpesan supaya ASN Kemenag Ketapang memperhatikan betul keadaan di sekitar, jangan sampai ada tetangga kita yang tidak punya beras untuk dimakan sehingga mereka kelaparan gara-gara corona. Pesan itu disampaikan pada acara pemberian bantuan kepada warga terdampak covid-19 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, Senin 4 Mei 2020.

Kegiatan hasil kerjasama dengan Badan Amal Zakat Nasional Kabupaten Ketapang tersebut yang oleh unsur pimpinan Baznas Ketapang dan ASN Kantor Kemenag Ketapang serta sejumlah warga penerima bantuan. Selebihnya beras sejumlah 4 ton tersebut akan disalurkan kepada warga yang memerlukan dengan cara diantar langsung ke rumah-rumah oleh para ASN Kantor Kemenag Ketapang.

Kepala Kantor Kemenag Ketapang, H. Ikhwan Pohan, S.Ag, M.Pd. menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan ini adalah bentuk kepedulian ASN Kantor Kemenag Ketapang. “Bantuan berupa beras seberat 4 ton ini adalah bentuk kepedulian dari Aparatur Sipil Negera di Kantor Kemenag Ketapang bekerja sama dengan BaznaS Kabupaten Ketapang, untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Ketapang dan seluruh ASN Kemenag Ketapang” ujar H. Ikhwan Pohan.

“Saya berharap dengan disalurkannya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak corona, karena adanya pandemi ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat di Kabupaten Ketapang. Kita harus bersatu dan bekerjasama untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh penyakit yang sudah meyebar ke banyak negara ini, jangan sampai ada tetangga kita yang kelaparan atau kesulitan makan,” tambah Ikhwan Pohan.

“Kepada masyarakat Kabupaten Ketapang saya menghimbau untuk bersama kita berusaha memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini dengan tetap berada dirumah, menerapkan hidup sehat, dengan rajin mencuci tangan, dan makan-makanan yang bergizi, memakai masker jika beraktifitas diluar rumah dan menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan,” jelas H. Ikhwan Pohan.

“Untuk Umat muslim di Ketapang, kembali saya sampaikan supaya dapat mengikuti surat edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 yang memberikan panduan ibadah saat kondisi wabah yaitu:

  1. Umat Islam diwajibakan menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah.
  2. Sahur dan buka puasa dilakukan secara individu atau keluarga inti tidak perlu sahur on the road atau bukan puasa bersama.
  3. Salat tarawih dilakukan secara individu atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah
  4. Tadarus Al-Qur’an dilakukan diruman masing-masing bedasarkan perintah Rasulullah untuk menyinari rumah dengan tilawah Al-Qur’an.
  5. Buka puasa bersama yang dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid atau mushalla ditiadakan.
  6. Peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tabligh Akbar dengan menghadirkan penceramah dan masa dalam jumlah besar ditiadakan.
  7. Tidak melakukan iktikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadhan di masjid/mushalla.
  8. Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya fatwa MUI menjelang waktunya. 
  9. Agar tidak melakukan kegiatan takbir keliling, takbiran cukup dilakukan di masjid/mushalla dengan menggunakan pengeras suara. Meniadakan kegiatan Pesantren kilat kecuali melalui media elektronik. 
  10. Silaturrahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri bisa dilakukan melalui media social.
  11. Pengumpulan zakat fitrah supaya dapat dipercepat sehingga dapat didistribusikan lebih cepat. Pengumpulan hebdaknya menghindari kontak fisik dan menghindari kerumunan.
  12. Penyaluran zakat hendaknya menghindari adanya kerumuman orang dengan melakukan penyaluran langsung ke rumah para mustahik.
  13. Petugas yang melakukan penyaluran zakat agar dilengkapi dengan alat pelindung kesehatan.
  14. Dalam menjalankan ibadah Ramadhan dan Syawal, seyogyanya masing-masing pihak turut mendorong terciptanya suasana kondusif dengan prinsip ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah. 
  15. Senantiasa memperhatikan instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah setempat terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

Mengakhiri keterangannya H. Ikhwan Pohan mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama berdo’a memohon kepada Allah SWT semoga wabah Covid-19 segera berakhir sehingga dapat beraktifitas dan beribadah seperti biasanya.