Saat sesi ramah tamah usai pelaksanaan upacara HAB di Kemenag Sanggau pada Selasa (5/1), Kepala Kemenag Sanggau Drs HM  Taufik kembali menekankan akan peran para ASN Kemenag dalam mensosialisasikan moderasi beragama

‘Di saat keterbelahan dalam masyarakat sekarang ini masih ada, maka para ASN Kemenag harus bisa berperan dalam menyampaikan moderasi dalam beragama. Semua ASN lintas agama memiliki tanggung jawab tentang hal ini”tegas HM  Taufik di depan para peserta ramah tamah semuanya

HM Taufik menyampaikan bahwa sikap beragama yang ekstrim dan cenderung revolusioner bahwa keyakinannya yang paling benar dan memaksa orang lain yang tidak seagama atau sefaham untuk mengikutinya tidak mendapatkan tempat di masyarakat. Sebaliknya, beragama secara moderat yaitu menghormati agama dan faham keagamaan orang lain adalah sikap beragama yang harus diamalkan sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. Nilai yang terkandung dalam moderasi beragama mampu mengharmonikan perjumpaan agama dan tradisi. “ 

“Moderasi beragama mendorong adaptasi hingga akulturasi budaya dan agama, dengan tidak menghilangkan hal-hal pokok dalam agama. Dalam konteks berbangsa dan bernegara, nilai-nilai moderasi beragama yang memandang antara agama dan negara terdapat hubungan yang simbiosis dan terbukti mampu menyatukan bangsa Indonesia dengan menyepakati berdirinya NKRI dengan berdasarkan Pancasila” katanya

Dalam perspektif ini agama membutuhkan negara dan negara membutuhkan agama, sehingga bentuk negara Ketuhanan menjadi pilihan yang paling realistis, sebagai penolakan terhadap bentuk negara sekuler dan teokrasi.