Sebagaimana biasa Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang setiap tanggal 17 tiap bulan dilakukan pembinaan kepada seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja ASN dalam memahami Tupoksi serta upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pada hari ini 17/2/2020 bertempat di aula Kemenag dilakukan pembinaan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang H. Ikhwan Pohan, S. Ag, M. Pd yang dihadiri seluruh Kasi/Penyelenggara, Pengawas dan seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang.

Pada pembinaan, pak Pohan menegaskan bahwa sebagai ASN yang merupakan abdi negara dan juga abdi masyarakat tentunya bertugas untuk memeberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya dibidang keagamaan. Oleh karena itu agar pelayanan bisa terlaksana dengan baik maka ASN harus terlebih dahulu menguasai dan memahami tentang Tugas Pokok dan Fungsinya masing-masing. Tanpa mengetahui, memahami dan menguasai tugas pokok dan fungsinya maka akan terjadi kejanggalan-kejanggalan. Seiring dengan itu beliau meminta kepada seluruh ASN Kementerian Agama Kab. Ketapang supaya mampu menempatkan diri kepada empat hal penting yaitu :

Pertama, mampu menempatkan diri menjadi aktor yang professional yakni mampu melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing, beliau mencontohkan sebagai Kasi umpamanya harus mampu membagi tugas kepada seluruh stafnya dengan baik dan tidak terjadi tumpang tindih. Dan sebagai pimpinan diruangan Seksi dalam menjalankan seluruh program direncanakan dan dilaksanakan dengan cara musyawarah dengan menerima masukan dari seluruh internal seksi, sehingga program dan kegiatan seksi semua tahu, paham dan mengerti, jadi hal ini sekaligus membudayakan keterbukaan.

Kedua, mampu menempatkan diri menjadi representasi insitusi yakni sebagai ASN baik PNS maupun Non PNS harus selalu sadar bahwa diri kita adalah merupakan bagian dari institusi Kementerian Agama. Dan Kementerian Agama adalah berlebel agama, maka kita harus selalu menjaga diri dimana dan posisi apapun kita. Lanjut beliau hal ini dapat dijadikan sebagai pembimbing langkah kita agar selalu terjaga dan kita tidak melenceng dari hal-hal yang seharusnya.

Ketiga, mampu menempatkan diri sebagai perwujudan insitusi maksudnya kita ASN Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tentunya harus selalu mengacu kepada TUPOKSI yang kita emban. Kementerian Agama sebagai lembaga pemerintah dibidang keagamaan, seharusnyalah kita menguasai sesuai bidang masing-masing.

Dalam hal ini beliau mmelanjutkan ketika jabatan sudah diamanahkan kepada kita, maka sudah tidak ada kata-kata yang keluar bahwa saya tidak cocok disitu, kurang pas dll sehingga dijadikan sebagai kambing hitam ketika terjadi kegagalan, maka kita harus selalu meningkatkan kapasitas kita sesuai tuntutan amanah tersebut.

Keempat, mampu menempatkan diri sebagai contoh tauladan dalam posisi masing-masing, maksudnya adalah sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari ASN kita semestinya harus selalu mampu menunjukkan sebagai sosok yang pantas untuk ditiru dan diikuti, maka sebagai ASN yang jumlahnya sangat terbatas tapi harus mampu menginspirasi masyarakat yang banyak dan yang heterogen kepadasesuatu yang baik. Untuk itu kita dituntut memiliki kecerdasan tidak hanya intelektual tapi juga kecerdasan religious.

Terakhir sebelum menutup pembinaan beliau meminta kepada seluruh ASN Kementerian Agama Kab. Ketapang agar setiap saat dan setiap kesempatan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kemampuan agar kinerja pelayanan kita terus meningkat, tutup beliau.