Jumat, 02 Agustus 2019, 20:12 hendrakesuma

Seksi Pakis Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang menggelar kegiatan tentang Pelaporan Online Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) khusus mapel Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tanggal 30 Juli 2019 bertempat di Aula Kantor Kemenaterian Agama Kab. Ketapang.

Menurut Kasi Pakis Drs. As'ad Afifi kegiatan ini merupakan pertama kali dilakukan yang berkaitan dengan penyampaian nilai ujian Pendidikan Agama Islam secara online, oleh karena itu beliau mengundang dari bagian bidang Pakis Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalimantan Barat dalam bentuk pendampingan. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah perwakilan guru Pendidikan Agama Islam SD, SMP, SMA / SMK dan juga perwakilan dari kelompok Kerja Guru (KKG) SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari SMA / SMK Kab. Ketapang yang berjumblah 22 orang.

Kegiatan ini di buka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang bapak H. Ikhwan Pohan , S.Ag , M.Pd didampingi oleh Dra . Nurul Wahidah sebagai pemateri dari Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalimantan Barat serta Kasi Pakis Kantor Kementerian Agama Kab. Ketapang. Dalam sambutannya pak Pohan menyampaikan bawa sistem pelaporan nilai ujian termasuk USBN PAI menunjukan pertanda bahwa pendidikan di Indonesia telah terjadi dinamika dari waktu ke waktu.

Dalam sambutannya pak Pohan begitu beliau disapa menyampaikan sekilas tentang perkembangan arah kebijakan pendidikan di Indonesia yang terus berubah dan berkembang. Seperti contoh, arah kebijakan pendidikan masa baru kemerdekaan disesuaikan bagaimana supaya anak bangsa dapat memiliki rasa patriotisme yang tinggi karena Indonesia baru saja lepas dari kungkungan penjajah dan selanjutnya berkembang pada liberalisme pendidikan yang mengarah kepada keinginan keterlibatan semua anak bangsa untuk membangun bangsa ini dari semua bidang khususnya pembangunan fisik. Maka pada saat itu selain sekolah umum dipacu untuk berdirinya sekolah-sekolah teknik dengan tujuan untuk mengejar kesetaraan penbangunan dengan negara-negara lain. "Perkembangan pendidikan terus belanjut dari fase ke fase sampai ke era sekarang ini yang dikenal dengan reformasi yang gaungnya di mulai pada tahun 1998 tidak lagi hanya mengejar kesetaraan tatapi lebih maju lagi harus yang terdepan," lanjut pak Pohan.

Selanjutnya beliau menegaskan bahwa sistem penilaian ujian pun dari dulu sampai sekarang terus mengalami perkembangan dari sistem manual sampai sistem komputerisasi. Oleh karena itu beliau meminta kepada seluruh guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kab. Ketapang untuk mendukung pola penilaian dengan sistem pelaporan secara online ini .Karena penilaian secara online selain bertujuan untuk pemetaan keberhasilan guru dan siswa dalam proses pembelajaran tetapi juga untuk memacu para guru PAI agar tidak gagap teknologi.

Selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Ketapang, tidak lupa Pohan berpesan kepada seluruh guru-guru PAI untuk terus mengembangkan kemampuan dan peduli terhadap anak didik. "Perhatikan perkembangan anak jangan sampai anak didik kita kena penyakit masyarakat seperti kejahatan kriminal, narkoba serta perilaku asusila lainnya dan ini merupakan tanggung jawab moral bagi kita khususnya para guru agama yang notabene sebagai pendidik budi pekerti dan akhlakul karimah," tutup pak Pohan.  (Hen)