SINGKAWANG. Jerit dan tangis mewarnai suasana sunatan massal yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang berkerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Singkawang pada Rabu (24/12) di Aula Kantor Kemenag Singkawang.

Kegiatan sunnatan massal ini dilaksanakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-69. Awalnya anak-anak peserta sunatan massal tidak takut namun setelah melihat peserta lainnya kesakitan dan menangis serta berteriak, yang lainnya ikut terbawa suasana.

Wajah tegang jerit tangis hingga aksi ngambek bocah ini memaksa sejumlah orang tua dan panitia berusaha untuk menenangkan para bocah saat petugas medis menangani prosesi khitan. Orangtua dan petugas terus membujuk dan menenangkan agar bisa menahan rasa sakit yang dialaminya hingga selesai.

Meski diwarnai jerit ketakutan, namun sejumlah peserta terlihat senang usai mengikuti prosesi khitan, pasalnya panitia sudah menyiapkan sejumlah bingkisan untuk anak-anak berupa sarung dan kopiah. Kepala Kantor Kemenag Singkawang Drs.H.Jawani menyebutkan sebanyak 65 anak-anak se Kota Singkawang yang disunnat dan melibatkan 6 orang tenaga medis.

Pada tahun ini panitia menargetkan 45 orang untuk dilaksanakan sunnatan massal, namun yang mendaftar mencapai 65 orang, jelasnya. Dengan kegiatan sunnatan massal ini Jawani mengharapkan dapat meringankan beban orangtua.

Sementara itu Wakil Ketua BAZNAS Kota Singkawang Drs.H.Muhlis, M.Pd menerangkan bahwa kegiatan sunnatan massal merupakan salah satu program kegiatan yang dilaksanakan BAZNAS Kota Singkawang. "Pembiayaan kegiatan ini diambil dari dana pembayaran zakat, baik zakat profesi maupun zakat lainnya yang dikelola oleh BAZNAS Kota Singkawang selama ini," jelasnya.

Sufat orangtua dari Panji (9) yang anaknya ikut disunnat massal merasa bersyukur dengan kegiatan sunnatan massal kali ini. Alhamdulillah bisa ikut sunnat massal, dan memang udah ditunggu-tunggu supaya anak saya bisa ikut sunnat massal, ujar Sufat yang berasal dari Nyarumkop, Singkawang Timur ini. (Miftah)